Yield USTreasury 10-Tahun Anjlok Pasca Rilis Data PPI dan Tarif Trump
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury turun pada Kamis (13/02/2025). Imbal hasil Treasury 10 tahun anjlok lebih dari 10 basis poin menjadi 4,531%. Sedangkan, imbal hasil Treasury 2 tahun turun hampir 6 basis poin menjadi 4,307%.
Baca Juga
Inflasi AS Memanas, Yield USTreasury 10-Tahun Melonjak di Atas 4,6%
Data yang dirilis Kamis menunjukkan indeks harga produsen (PPI), yang mengukur harga yang diterima produsen untuk barang dan jasa mereka, naik 0,4% secara musiman pada Januari. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 0,3%. Tanpa memperhitungkan makanan dan energi, PPI inti naik 0,3%, sesuai dengan perkiraan.
Meskipun angka utama lebih tinggi dari ekspektasi, laporan PPI Januari dan data indeks harga konsumen (CPI) mengarah pada indeks harga PCE yang lebih lemah dari yang dikhawatirkan pelaku pasar. Indeks PCE ini, yang akan dirilis pada Februari, menjadi acuan utama yang diawasi oleh Federal Reserve.
Baca Juga
Indeks Harga Produsen AS Januari Meningkat 0,4%, Lebih Tinggi dari Perkiraan
“PPI untuk Januari memang lebih tinggi dari ekspektasi pada headline, tetapi beberapa detailnya lebih bersifat dovish. Setelah CPI yang panas pada Rabu, banyak orang melihat PPI sebagai kejutan yang menyenangkan,” jelas Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Di sisi tarif, Presiden Donald Trump menandatangani memorandum yang menguraikan rencana untuk mengenakan “tarif resiprokal” pada barang dari negara asing. Meski demikian, bea balasan ini tidak akan segera berlaku. Trump menyatakan bahwa calon Menteri Perdagangan, Howard Lutnick, akan meninjau tarif yang sesuai untuk masing-masing negara.
Imbal hasil Treasury sempat melonjak pada Rabu setelah laporan inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,5% secara bulanan pada Januari dan 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 0,3% dan 2,9%.
Baca Juga
Inflasi inti, yang tidak memperhitungkan biaya makanan dan energi, naik 0,4% dalam sebulan dan 3,3% secara tahunan. Angka ini juga lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan bulanan sebesar 0,3% dan kenaikan tahunan sebesar 3,1%.
“Kesimpulannya, inflasi yang terus-menerus sudah terlihat bahkan sebelum tarif diberlakukan, tetapi beberapa komponen layanan kesehatan yang masuk dalam perhitungan PCE dan tetap stabil menjadi alasan mengapa obligasi mengalami reli,” kata Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Financial Group.

