Bursa Eropa Tembus Rekor Tertinggi Setelah BOE Pangkas Suku Bunga
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa ditutup pada rekor tertinggi pada Kamis (06/02/2025) di tengah gelombang laporan laba perusahaan dan pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Bank of England (BOE).
Indeks acuan regional Stoxx 600 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 1,26%, hampir semua sektor bergerak di zona hijau.
Baca Juga
AS Tunda Penerapan Tarif Baru pada Meksiko dan Kanada, Pasar Eropa Menguat
Indeks FTSE 100 Inggris naik 1,3%, juga mencapai rekor tertinggi. Sebelumnya, poundsterling Inggris anjlok 1% terhadap dolar AS. Ini mengindikasikan bahwa para trader memperkirakan jalur pemotongan suku bunga yang jelas ke depan, meskipun bank sentral menekankan akan bertindak dengan "hati-hati" dalam keputusan selanjutnya dan menaikkan proyeksi inflasi.
Semua pembuat kebijakan memilih untuk memangkas suku bunga. Dua dari sembilan anggota yang memberikan suara secara tak terduga malah mendukung pemangkasan lebih besar sebesar 50 bps. Hal ini dianggap sebagai sinyal dovish oleh pasar. Saat ini, pasar hampir sepenuhnya memperkirakan tiga pemangkasan tambahan masing-masing 25 basis poin tahun ini.
"Keputusan bulat untuk melonggarkan kebijakan menunjukkan bahwa kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap ekonomi Inggris yang sedang berjuang saat ini lebih besar daripada kekhawatiran terhadap inflasi yang meningkat, membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat," kata Suren Thiru, direktur ekonomi di Institute of Chartered Accountants di Inggris dan Wales, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
BOE Pangkas Suku Bunga Jadi 4,5%, Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut,
BOE memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan rata-rata untuk tahun 2025 dari 1,5% menjadi 0,75%.
Dalam laporan laba perusahaan Eropa, raksasa pengiriman Maersk melonjak 6,35% setelah melampaui ekspektasi laba kuartal keempat, meskipun memperkirakan hasil yang lebih lemah tahun ini.
Indeks otomotif Stoxx menghapus kerugian awal dan naik 1,1% meskipun masih ada ketidakpastian terkait dampak tarif AS tahun ini. Namun, Volvo Cars Swedia anjlok 11% setelah memperingatkan bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun yang menantang, dengan persaingan kendaraan listrik (EV) dari Tiongkok yang semakin ketat serta pertumbuhan pasar yang melambat.
Baca Juga
Sementara itu, perusahaan bir Denmark Carlsberg melaporkan penurunan tipis dalam penjualan kuartal keempat dan memperkirakan pertumbuhan yang lebih rendah pada tahun 2025.
aporan laba juga dirilis oleh ING, ArcelorMittal, AstraZeneca, Ørsted, Vinci, L’Oréal, Siemens Healthineers, dan Telenor.

