Lowongan Pekerjaan AS Desember 2024 Turun Tajam Jadi 7,6 Juta
WASHINGTON, investortrust.id - Lowongan pekerjaan di AS menurun pada Desember 2024, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (04/02/2025).
Sementara itu, perekrutan, pengunduran diri sukarela, dan pemutusan hubungan kerja tetap stabil,
Baca Juga
Terdampak Badai dan Pemogokan Boeing, Lowongan Kerja AS Merosot pada Oktober
Jumlah posisi yang tersedia turun menjadi 7,6 juta. Posisi ini terendah sejak September, dan di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 8 juta, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja dalam laporan bulanan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS), dikutip dari CNBC. Penurunan ini menyebabkan rasio antara pekerjaan yang tersedia dan pekerja menjadi 1,1 banding 1.
Meskipun laporan ini tertinggal satu bulan dibandingkan dengan data ketenagakerjaan lainnya, Federal Reserve mengamatinya dengan cermat untuk mencari tanda-tanda pasar tenaga kerja yang longgar atau ketat.
Meskipun jumlah pekerjaan non-pertanian meningkat sebesar 256.000 dalam sebulan, jumlah lowongan turun sebanyak 556.000. Sebagai persentase dari angkatan kerja, lowongan menurun menjadi 4,5%, atau turun 0,4 poin persentase dari November.
Baca Juga
Non-Farm Payroll AS Naik 227.000 pada November, Lebih Tinggi dari Perkiraan
Sektor jasa profesional dan bisnis mengalami penurunan 225.000 lowongan, sementara sektor pendidikan swasta dan layanan kesehatan turun 194.000, serta aktivitas keuangan berkurang 166.000.
Indeks pasar saham utama naik setelah rilis ini, sementara imbal hasil obligasi pemerintah bervariasi karena laporan tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja yang relatif sehat menjelang akhir tahun 2024.
Pemutusan hubungan kerja mencapai 1,77 juta dalam sebulan, turun hanya 29.000, sementara jumlah perekrutan meningkat menjadi 5,46 juta, dan jumlah pengunduran diri juga mengalami kenaikan kecil mendekati 3,2 juta. Total pemutusan kerja tetap stabil di angka 5,27 juta.
Baca Juga
Laporan ini dirilis hanya beberapa hari sebelum BLS mengumumkan jumlah pekerjaan non-pertanian untuk Januari, yang diperkirakan akan menunjukkan tambahan 169.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,1%.
Pejabat The Fed dalam beberapa hari terakhir menyatakan kehati-hatian terhadap kebijakan moneter ke depan, mengamati dampak serangkaian pemotongan suku bunga tahun lalu serta kebijakan fiskal yang mencakup potensi tarif terhadap mitra dagang utama AS. Pekan lalu, bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25% hingga 4,50%, dan pasar tidak memperkirakan adanya pemotongan lebih lanjut setidaknya hingga Juni.

