Ketua DPR Harap KTT Hak Anak Lahirkan Aksi Nyata Kesejahteraan Anak
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri World Leaders Summit on Children's Rights di Istana Apostolik Vatikan, Senin (3/2/2025) waktu setempat. Puan menilai tantangan dunia bagi anak-anak semakin tidak mudah, mulai dari ancaman putus sekolah, kemiskinan ekstrem, hingga dampak peperangan.
"Semoga dari pertemuan World Leaders' Summit on Children's Rights ini melahirkan aksi nyata untuk anak-anak kita di negara masing-masing, dan demi langkah memperjuangkan hak anak-anak di seluruh dunia," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/2/2025)
Puan mengatakan KTT ini menjadi ajang bagi para tokoh dunia berdialog dan melakukan tindakan mendalam guna melindungi hak dan kesejahteraan setiap anak. Menurutnya anak-anak di seluruh dunia terus menghadapi ancaman serius terhadap hak-hak mereka, termasuk eksploitasi dan pelecehan.
"Meskipun ada kemajuan global dan upaya untuk mengatasi masalah ini, banyak anak masih rentan," tuturnya.
Mantan Menko PMK tersebut berpendapat, untuk mengatasi berbagai ancaman tersebut, Puan menilai ada banyak hal yang bisa dilakukan demi menunjang anak-anak bisa hidup dengan nyaman. Salah satunya dengan mereformasi pendidikan, misalnya melalui pembelajaran digital, kelas jarak jauh, dan menggunakan platform pembelajaran yang dipersonalisasi dengan kecerdasan buatan (AI).
"Lewat upaya mengintegrasikan pendidikan dengan pelatihan kejuruan, kita dapat membekali anak-anak dengan keterampilan praktis, sehingga mereka tidak terlalu rentan terhadap pekerjaan eksploitatif," ujar Puan.
Selain itu, Puan menambahkan, komunitas internasional perlu memperkuat kerja sama global untuk mencegah permasalahan pekerjaan anak dan perdagangan manusia yang telah menjadi isu lintas batas. Diperlukan pendekatan inovatif yang dapat memperkuat hak-hak anak dan menumbuhkan dunia yang lebih aman bagi mereka.
Puan menuturkan, dunia tidak bisa lagi mengandalkan metode yang sudah ketinggalan zaman untuk memerangi masalah yang sudah mengakar terkait anak. Masa depan anak-anak bergantung pada tindakan yang diambil hari ini. Puan mengajak warga dunia menjadi bagian dari perubahan.
"Dan marilah kita menjadi pelindung anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan di antara kita. Ketika kita melindungi seorang anak, kita melindungi diri kita sendiri, dan kita melindungi masa depan umat manusia," tuturnya. (C-14)

