Prabowo Ungkap Kedekatannya dengan Raja Malaysia yang Terjalin Selama 45 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kedekatannya dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim yang terjalin selama 45 tahun. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam keterangan bersama dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim seusai pertemuan di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/1/2025).
Prabowo mengaku mengenal Sultan Ibrahim saat sekolah di Amerika Serikat (AS).
"Hubungan kami sangat lama, mungkin sudah 45 tahun saya dengan Yang Di-Pertuan Agong (Raja Malaysia, Sultan Ibrahim). Waktu kita masih sama-sama muda, kita pernah sekolah sama-sama di Amerika. Waktu itu saya masih kurus. Jadi hubungan ini lama," kata Prabowo.
Baca Juga
Dari India hingga Malaysia, Prabowo Pererat Hubungan Bilateral dengan Negara Sahabat
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menerima penghargaan Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (D.K I Johor) yang diserahkan langsung oleh Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim di Istana Negara Malaysia.
Penghargaan Darjah Kerabat Johor yang didirikan pada 31 Juli 1886 merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi Kerajaan Johor. Dengan seruan, 'Muafakat Itu Berkat'. Penghargaan ini diberikan kepada raja-raja Melayu, kerabat dekat kerajaan, serta pemimpin negara asing yang berjasa dalam memperkuat hubungan bilateral.
Prabowo mengaku penghargaan itu sebagai lambang hubungan yang erat antara dirinya dengan Negara Malaysia serta Kesultanan Johor.
"Ini menjadi lambang hubungan yang erat antara diri saya dan Malaysia, juga diri saya dengan keluarga Kesultanan Johor," kata dia.
Maka itu, Prabowo mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang begitu hangat ketika melakukan kunjungan ke Negara Malaysia.
"Terima kasih saya sebesar-besarnya atas penerimaan yang begitu besar. Penerimaan yang begitu hangat kepada diri saya, dan delegasi Indonesia. Saya juga diberi gelar tertinggi Kerajaan Johor, Kesultanan Johor, yaitu gelar Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Johor," ujar Prabowo.
Prabowo mengaku kunjungannya ke Malaysia seperti layaknya pulang kampung. Hal ini mengingat Prabowo besar dan sempat bersekolah di Malaysia.
"Keluarga saya di Malaysia. Keluarga saya, orang tua saya sangat dekat dulu dengan pendiri-pendiri Malaysia, founding fathers of modern Malaysia," katanya.
Untuk itu, Prabowo mengatakan, memiliki hubungan emosional dengan Malaysia. Menurutnya, Indonesia dan Malaysia juga memiliki hubungan sejarah, darah, etnis, dan budaya yang mendalam serta memiliki kepentingan yang sama.
"Kalau tidak salah banyak pemimpin-pemimpin Malaysia yang masih punya keluarga di Indonesia. Banyak sekali hubungan ini. Jadi saya merasa bahwa hal ini harus membuat hubungan antara Malaysia dan Indonesia lebih khas. There must be a special relationship between Malaysia and Indonesia. Kita negara serumpun, kita negara satu budaya, sebagian besar rakyat kita agamanya sama. Bahasa kita pun sebetulnya berasal dari bahasa yang sama," katanya.
Darjah Kerabat Johor Pangkat Pertama (DK I) yang dianugerahkan kepada Prabowo memiliki nilai historis dan simbolis yang mendalam. Tanda jasa ini dilengkapi dengan kalung emas yang bertuliskan nama Sultan Abu Bakar dalam aksara Jawi, melambangkan kejayaan dan persatuan. Tidak hanya itu, bintang besar berdesain sembilan sudut menggambarkan nilai-nilai kepemimpinan dan kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh Kerajaan Johor.
Sebagai penerima tanda kehormatan ini, Presiden Prabowo bergabung dalam daftar tokoh-tokoh dunia yang sebelumnya dianugerahi penghargaan serupa. Beberapa di antaranya, Sultan Omar Ali Saifuddien Saadul Khairi Waddien (1960), Sultan Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah (1969), Presiden Soeharto (1990), Pengiran Isteri Mariam (1997), Hamad bin Isa al Khalifa (2017), dan Pengiran Muda Mahkota al-Muhtadee Billah (2023).
Baca Juga
Dubes India Kagum pada Prabowo yang Hadir Sehari Lebih Awal ke India
Penganugerahan ini turut mencerminkan eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia, yang terus diperkuat melalui kerja sama di berbagai bidang strategis. Langkah ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu mitra utama Malaysia di kawasan Asia Tenggara.
Selain mempererat hubungan bilateral, penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas kontribusi kepemimpinan Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan memajukan kolaborasi antarnegara. Momen ini menegaskan pentingnya persahabatan antara kedua negara, yang diharapkan dapat terus berkembang di masa depan.

