Hashim: Kedekatan Prancis dengan Keluarga Sumitro Terjalin Sejak Lama
Poin Penting
|
PARIS, Investortrust.id — Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia dan CEO Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan pesan yang hangat dan penuh makna dalam forum France–Indonesia Business Dialogue di Paris, Selasa (15/7/2025).
Dalam kata sambutannya, Hashim membuka lembaran sejarah panjang yang menghubungkan keluarganya, termasuk Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto—dengan Prancis, sebuah negara yang ia sebut sangat dekat secara pribadi maupun historis.
“Pertama kali keluarga kami datang ke Prancis adalah tahun 1965. Kami masih anak-anak saat itu. Tidak pernah terbayangkan bahwa suatu hari kami akan berdiri berdampingan dengan Presiden Prancis di panggung kehormatan,” kata Hashim, mengingat kembali masa kecilnya bersama sang kakak, Prabowo Subianto.
Hashim juga menceritakan bahwa ayah mereka, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, adalah alumni Universitas Sorbonne pada tahun 1938. Selama masa studinya di Prancis, Sumitro menjalin persahabatan erat dengan tokoh seni dan intelektual Prancis seperti fotografer legendaris Henri Cartier-Bresson dan sastrawan Henri Malraux.
Tak hanya itu, Hashim menyinggung pengalaman masa kecilnya saat menikmati makanan di kantin Prancis yang berlokasi di Hotel Borobudur, yang kala itu dibangun oleh perusahaan Prancis Seco France. “Waktu itu belum banyak restoran Eropa di Jakarta, dan kantin Prancis di Hotel Borobudur jadi tempat favorit kami,” kenangnya.
Hashim juga menyoroti kontribusi nyata Prancis dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia sejak dekade 1960-an. Salah satunya adalah pembangunan Waduk Jatiluhur, yang hingga kini memasok air bagi sekitar 20 juta penduduk Jabodetabek. “Mungkin banyak orang Indonesia tidak tahu, bahwa air yang mereka gunakan hari ini berasal dari bendungan yang dibangun dengan dana rakyat Prancis. Untuk itu, kami sangat berterima kasih,” ujar Hashim.
Baca Juga
Hashim: RI Ajak Prancis Bangun Pembangkit Nuklir Mulai 500 MW
Kedekatan emosional ini kian terasa pada momen bersejarah saat Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day tahun ini. Presiden Prancis Emmanuel Macron secara khusus mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk hadir di tribun kehormatan. Dalam parade tersebut, Patriot Indonesia II turut tampil dalam defile militer, menandai penghormatan istimewa bagi Indonesia. Hashim menyebut hal ini sebagai kehormatan besar, tidak hanya bagi negara, tetapi juga pribadi bagi keluarganya.
Menurut Hashim, kedekatan hubungan pribadi antara Prabowo dan Macron menciptakan iklim politik yang sangat positif bagi kerja sama bisnis dan investasi. “Inilah waktu yang tepat bagi perusahaan-perusahaan Prancis untuk masuk ke Indonesia. This is the time to strike!” tegas Hashim dalam pidatonya.
Ia juga mendorong agar dunia usaha Prancis memanfaatkan momentum hubungan bilateral yang sedang sangat erat ini untuk menjalin kerja sama strategis di berbagai sektor—mulai dari energi terbarukan, kesehatan, hingga infrastruktur.
“Indonesia adalah mitra yang bisa dipercaya, dan komitmen kami bisa diandalkan. Politik kami stabil, kami netral, dan kami membuka diri untuk investasi yang saling menguntungkan,” tutup Hashim dengan optimisme tinggi.

