Trump Sebut Kehadiran AI China DeepSeek Jadi Alarm Perusahaan Teknologi AS
FLORIDA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari gebrakan aplikasi kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI) asal China, DeepSeek yang mengalahkan popularitas ChatGPT milik OpenAI di negaranya. Menurut Trump, kehadiran DeepSeek jadi alarm bagi perusahaan-perusahaan teknologi di AS.
Dikutip dari CNBC, Selasa (28/1/2025), Trump berharap perusahaan teknologi, seperti OpenAI, Meta, Microsoft, atau Google masih mendominasi pasar AI. Namun, dia mengakui tantangan yang ditimbulkan DeepSeek tidak dapat dihindari. "Peluncuran DeepSeek AI dari perusahaan China seharusnya menjadi peringatan bagi industri-industri kita bahwa kita perlu fokus pada persaingan," kata Trump.
Baca Juga
'Market Cap' Nvidia Tergerus US$ 600 Miliar Gara-Gara Sentimen DeepSeek
Trump juga menyoroti biaya rendah DeepSeek yang menjadi perkembangan positif bagi industri AI secara keseluruhan. "Alih-alih menghabiskan miliaran demi miliaran, Anda akan menghabiskan lebih sedikit, dan semoga Anda akan menemukan solusi sama," ungkapnya.
Seperti diberitakan, kehadiran DeepSeek membuat saham perusahaan teknologi AS anjlok. Saham Nvidia, yang sebelumnya menjadi favorit sektor AI, jatuh 16,9%. Broadcom kehilangan 17,4%, dan AMD turun 6,4%. Sementara Microsoft turun 2,1% dan Palantir mengalami penurunan sebesar 4,4%.
Perusahaan terkait pembangunan AI, seperti penyedia energi juga terdampak. Constellation Energy anjlok hampir 21%, sementara Vistra turun 28%.
Langkah China sebagai game changer
Kehadiran DeepSeek dianggap sebagai game changer dalam lanskap pasar AI. Pakar teknologi sekaligus politisi Kanada Janice Gross Stein melihat, potensi model AI China yang dapat melakukan efisiensi bukan hanya biaya, tetapi juga penggunaan energi.
"Model AI China mampu menekan biaya 90%. Kedua, adalah penggunaan energi. Sejujurnya, tidak ada negara yang mampu memenuhi itu," kata Jenice dalam podcast The Hub, Senin (27/1/2025).
Baca Juga
Popularitas DeepSeek Jadi Bukti Keterbatasan Tak Halangi Inovasi
Sementara, Pejabat Gedung Putih untuk AI dan kripto David Sacks menyatakan, keberhasilan DeepSeek menunjukkan bahwa perlombaan AI akan semakin kompetitif. Namun, dia juga mengkritik kebijakan AI yang diterapkan pada pemerintahan sebelumnya. "Saya yakin dengan kemampuan AS, tetapi kita tidak boleh lengah," tulis Sacks di platform X.
DeepSeek menjadi aplikasi terbaru asal China yang mendadak populer di AS. Sebelumnya, aplikasi RedNote dan Lemon8 juga mengalami lonjakan setelah TikTok hampir diblokir di negara tersebut.
DeepSeek berhasil menduduki puncak aplikasi paling banyak diunduh di AS, melampaui ChatGPT. Dengan keberhasilannya, tak heran jika DeepSeek menjadi simbol kemajuan pesat China dalam teknologi AI, sekaligus tantangan besar bagi dominasi teknologi AS di pasar global.

