Wall Street Meroket di Tengah Meredanya Konflik Iran-Israel, Dow Terbang 500 Poin
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham AS melonjak pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (25/6/2025). Wall Street mencetak reli dua hari berturut-turut, seiring pasar berspekulasi bahwa gencatan senjata antara Israel dan Iran, meski rapuh, akan tetap bertahan dan mencegah eskalasi lanjutan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
Trump Umumkan Rencana Gencatan Senjata Iran-Israel, Sebut 'Perang 12 Hari' Berakhir
Dow Jones Industrial Average melesat 507 poin (1,19%) ke 43.089,02, disusul penguatan S&P 500 sebesar 1,11% ke 6.092,18. Nasdaq Composite dan Nasdaq 100 masing-masing naik 1,43% dan 1,53%, dengan Nasdaq 100 menembus rekor penutupan baru di 22.190,52.
Anjloknya harga minyak—minyak mentah WTI turun 6% dan Brent terkoreksi 6,1%—menjadi katalis tambahan bagi saham maskapai dan sektor konsumer. Dalam dua hari terakhir, harga minyak telah menyusut 13%, menghapus premi risiko yang sebelumnya melekat akibat konflik Iran-Israel.
Baca Juga
Minyak Ambles 7%, Investor Lega Konflik Tak Meluas ke Hormuz
“Pasar melihat skenario terburuk sudah dihindari. Respons Iran yang terbatas dan sinyal non-eskalasi dari Trump menjadi penenang utama,” ujar Jon Brager, portfolio manager di Palmer Square Capital, seperti dikutip CNBC. Kini, perhatian investor kembali ke isu struktural: tarif dan arah kebijakan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mengecam kedua pihak karena diduga melanggar kesepakatan, menegaskan melalui Truth Social bahwa “Israel tidak akan menyerang Iran” dan menegaskan gencatan senjata masih berlaku.
Komentar Trump datang setelah laporan bahwa radar Iran diserang dan klaim balasan rudal yang dibantah Teheran. Situasi ini masih fluktuatif, namun investor memandang tidak ada intensi nyata dari kedua pihak untuk memperluas konflik.
Sementara itu, komentar terbaru dari Ketua The Fed Jerome Powell menunjukkan bank sentral akan tetap “wait and see”, meski tekanan politik dari Gedung Putih untuk memangkas suku bunga semakin vokal.
Baca Juga
The Fed Abaikan Desakan Trump, Fokus pada Dampak Tarif terhadap Inflasi
Powell mengatakan The Fed akan mengamati dampak tarif terhadap perekonomian sebelum mengambil keputusan kebijakan moneter selanjutnya. Pasar kini mulai memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan Juli.

