Wall Street Bangkit, Dow dan S&P 500 Catat Pekan Terbaik sejak Periode Pemilu AS
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS bangkit pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (18/1/2025) WIB. Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 300 poin. Ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan mingguan pertama mereka di tahun baru ini.
Baca Juga
Dow Jones Industrial Average melesat 334,70 poin, atau 0,78%, dan ditutup pada 43.487,83. S&P 500 naik 1% menjadi 5.996,66, sementara Nasdaq Composite meningkat 1,51% menjadi 19.630,20.
Saham ‘big tech’ naik, dengan saham Tesla melonjak 3%. Raksasa pembuat chip Nvidia naik 3,1%, sementara saham Alphabet bertambah lebih dari 1%.
Secara mingguan, Dow dan S&P 500 masing-masing naik 3,7% dan 2,9%. Kedua indeks mencatatkan kenaikan mingguan terbesar mereka sejak pekan pemilu presiden AS pada November. Nasdaq naik 2,5% sepanjang minggu ini, mencatatkan performa mingguan terbaiknya sejak awal Desember.
Kenaikan ini terjadi setelah investor menerima laporan berturut-turut yang menunjukkan tekanan inflasi sedikit mereda. Indeks harga konsumen inti naik lebih rendah dari perkiraan secara tahunan, sementara indeks harga produsen juga mencatat kenaikan yang lebih kecil dari yang diantisipasi untuk Desember.
Baca Juga
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun tajam karena meningkatnya harapan akan pemotongan suku bunga beberapa kali tahun ini.
Baca Juga
Pejabat Fed Sebut Peluang Beberapa Penurunan Bunga di 2025 Masih Terbuka
"Data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya membantu menghidupkan kembali narasi kondisi ideal bagi pasar saham, dan kemungkinan mendorong pengambilan risiko baru,” tulis strategis Barclays, Emmanuel Cau, dalam sebuah catatan pada hari Jumat, seperti dikutip CNBC.
Laba yang kuat dari bank-bank besar juga mendorong saham minggu ini, saat pasar berusaha mengatasi kelesuan Desember yang berlanjut hingga awal 2025. Saham Goldman Sachs dan Citigroup masing-masing naik sekitar 12% sepanjang minggu ini, sementara JPMorgan Chase naik 8% dalam periode yang sama.
Investor juga menantikan pekan depan, saat Donald Trump dijadwalkan dilantik sebagai presiden untuk kedua kalinya. Saham-saham menguat segera setelah kemenangan pemilu Trump pada November, karena investor bertaruh pada deregulasi dan pemotongan pajak.

