Wall Street Mayoritas Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Melaju Ditopang Saham Chip
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS mayoritas menguat pada penutupan Senin waktu AS atau Selasa (07/1/2025). Indeks S&P 500 melaju bersama Nasdaq Composite, sementara Dow Jones melemah.
Baca Juga
Wall Street Rebound Ditopang Saham Teknologi, Dow Jones Melambung di Atas 300 Poin
Indeks S&P 500 naik 0,55% dan ditutup di angka 5.975,38, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,24% ke 19.864,98. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah, turun 25,57 poin atau 0,06% dan berakhir di 42.706,56. Sebelumnya, indeks 30 saham ini sempat naik hingga 383 poin.
Saham Produsen Chip Memimpin
Saham produsen chip menjadi pemenang besar pada perdagangan sesi ini setelah Foxconn melaporkan pendapatan kuartal keempat yang mencetak rekor. Nvidia melonjak 3,4%, mencatat rekor penutupan baru setelah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan. Broadcom naik sekitar 1,7%, sementara Micron Technology melonjak 10,5%. ETF VanEck Semiconductor (SMH) naik lebih dari 3%.
“Pasar saat ini cukup optimistis terhadap sektor teknologi, memperkirakan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% tahun ini dibandingkan dengan 12,8% untuk pasar secara keseluruhan, tetapi valuasi terlihat cukup restriktif,” ujar Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research, seperti dikutip CNBC.
Menurut Stovall, kelompok saham ini kemungkinan besar tidak akan naik berdasarkan kelipatan rasio harga terhadap laba (P/E), tetapi harus naik berdasarkan pertumbuhan pendapatan organik.
Stovall juga memperkirakan adanya “volatilitas yang meningkat” tahun ini mengingat valuasi yang mahal, potensi penyesuaian proyeksi suku bunga, dan revisi pendapatan, ditambah dengan pemerintahan presiden baru. Tahun ketiga dari pasar bullish juga cenderung lebih menantang berdasarkan data historis sejak Perang Dunia II.
Sentimen pasar pada Senin juga didukung oleh laporan dari Washington Post yang menyebutkan bahwa rencana tarif Presiden-terpilih Donald Trump akan lebih sempit dari yang diperkirakan, hanya mencakup impor kritis. Selama kampanye, Trump menyerukan tarif "universal" sebesar 10%-20%. Saham Ford naik kurang dari 1%, sementara General Motors melonjak lebih dari 3%, didukung optimisme bahwa kebijakan tarif Trump yang lebih terukur tidak akan memicu perang dagang global.
Baca Juga
Penghormatan untuk Mendiang Jimmy Carter, NYSE Tutup pada 9 Januari 2025
Investor memulai pekan perdagangan yang dipersingkat dengan kekhawatiran yang masih ada terkait proyeksi suku bunga Federal Reserve. Bursa Efek New York akan ditutup pada Kamis untuk menghormati wafatnya mantan Presiden Jimmy Carter.
Di tempat lain, imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik melewati 4,6% menjelang rilis laporan ekonomi penting minggu ini.
Laporan pekerjaan bulan Desember akan dirilis pada Jumat dan menjadi salah satu data kunci terakhir sebelum pertemuan Federal Reserve di akhir bulan ini. Investor juga akan memperhatikan laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada Selasa dan survei ADP Employment untuk Desember pada Rabu.

