Penghormatan untuk Mendiang Jimmy Carter, NYSE Tutup pada 9 Januari 2025
NEW YORK, investortrust.id - Bursa Saham New York (NYSE) akan menutup perdagangan pada Kamis, 9 Januari, sesuai dengan hari berkabung nasional atas wafatnya mantan Presiden Jimmy Carter.
Baca Juga
Merupakan kebiasaan bagi NYSE untuk menutup perdagangan guna menghormati wafatnya seorang presiden. Penutupan terakhir seperti ini terjadi pada Desember 2018 untuk menghormati wafatnya mantan Presiden George Herbert Walker Bush.
Dilansir CNBC, Bursa Nasdaq juga akan menutup perdagangan pada hari itu. Perdagangan pasar obligasi akan berakhir lebih awal, yaitu pukul 2 siang waktu ET, sesuai rekomendasi dari Asosiasi Industri Sekuritas dan Pasar Keuangan (Securities Industry and Financial Markets Association).
Carter, presiden ke-39 Amerika Serikat yang dikenal karena karya perdamaian dan kemanusiaannya setelah masa kepresidenannya, meninggal dunia pada hari Minggu di usia 100 tahun. Presiden Joe Biden pada hari Minggu menetapkan 9 Januari sebagai hari berkabung nasional. Pemakaman Carter akan dilaksanakan pada hari itu di Katedral Nasional di Washington, D.C. Biden juga memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang selama 30 hari mulai hari Minggu.
Baca Juga
Praktik oleh NYSE, yang didirikan pada akhir 1700-an, telah berlangsung sejak tahun 1885 ketika bursa ditutup untuk menghormati Presiden ke-18, Ulysses S. Grant, menurut The Wall Street Journal. Penutupan pada hari non-libur sangat jarang terjadi karena bursa ini merupakan simbol posisi pasar modal terkemuka Amerika di dunia. Selain menghormati mantan presiden, bursa juga menutup perdagangan pada tahun 1968 setelah pembunuhan Martin Luther King Jr.

