Ambisi Apple Pindahkan Produksi iPhone ke India Terganjal karena China Tarik Pulang Staf Foxconn
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id - Upaya Apple memindahkan sebagian besar produksi iPhone dari China ke India menemui hambatan. Pasalnya, sebagian besar staf Foxconn asal China yang bekerja di fasilitas produksi iPhone di India telah diperintahkan kembali ke negara mereka.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (2/7/2025), langkah ini diyakini sebagai bagian strategi Pemerintah China untuk membatasi alih teknologi, tenaga kerja terampil, dan peralatan manufaktur khusus ke negara-negara pesaing, seperti India. Pembatasan ini menimbulkan kekhawatiran atas kelanjutan rencana Apple mendiversifikasi rantai pasoknya di luar China.
Apple, melalui mitra manufakturnya Foxconn, selama ini mengandalkan tenaga kerja dan keahlian dari China dalam membangun lini produksi iPhone di negara lain. Namun, dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan tekanan tarif dari Presiden AS Donald Trump, perusahaan asal Cupertino itu mulai memindahkan sebagian produksi ke India.
Baca Juga
Apple Pertimbangkan Kolaborasi dengan OpenAI dan Anthropic demi Ambisi Ini
Financial Times pada April lalu melaporkan bahwa Apple menargetkan produksi sebanyak 60 juta unit iPhone untuk pasar AS dapat sepenuhnya dialihkan ke India paling lambat akhir 2026. Target ambisius ini merupakan bagian strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap China di tengah eskalasi perang dagang AS-China.
Namun, pembatasan yang dilakukan China terhadap pergerakan tenaga kerja Foxconn kini dipandang sebagai upaya proteksionis untuk mempertahankan dominasi manufaktur teknologi tinggi. Analis melihat langkah ini sebagai bentuk resistensi terhadap semakin meningkatnya peran India sebagai basis produksi alternatif.
“China ingin memastikan keunggulan teknologinya tidak begitu saja berpindah ke negara lain. Bukan hanya soal produk akhir, tetapi soal know-how dan ekosistem pendukungnya,” ujar seorang sumber industri kepada Bloomberg.
Baca Juga
Foxconn belum memberikan komentar resmi terkait penarikan staf ini. Sementara itu, Apple dikabarkan terus menjajaki opsi lain untuk mengamankan keberlanjutan produksi global, termasuk meningkatkan kapasitas di Vietnam dan Meksiko.
Kondisi ini menambah tekanan bagi perusahaan multinasional yang berupaya melakukan diversifikasi rantai pasok di tengah ketegangan geopolitik global dan risiko kebijakan proteksionis dari negara-negara besar. Bagi India, keputusan China ini menjadi tantangan dalam mewujudkan ambisi sebagai pusat manufaktur global baru.

