Tarif Terlalu Tinggi, Trump Ancam Ambil Alih Kendali Terusan Panama
WEST PALM BEACH, investortrust.id - Presiden terpilih Donald Trump mengancam untuk mengembalikan kendali AS atas Terusan Panama. Trump menuduh Panama menetapkan tarif terlalu tinggi untuk menggunakan jalur air di Amerika Tengah, yang memungkinkan kapal melintasi Samudra Pasifik dan Atlantik.
Baca Juga
Trump Ancam BRICS dengan Tarif 100% Jika Mau Gantikan Dolar AS
Berbicara kepada para pendukungnya di Arizona pada hari Minggu (22/12/2024), seperti dikutip Reuters, Trump juga menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan terusan itu jatuh ke "tangan yang salah," dengan memperingatkan potensi pengaruh Tiongkok terhadap jalur tersebut.
Tiongkok tidak mengontrol atau mengelola terusan itu, tetapi anak perusahaan CK Hutchison Holdings yang berbasis di Hong Kong telah lama mengelola dua pelabuhan yang terletak di pintu masuk Karibia dan Pasifik ke terusan tersebut.
Pernyataan Trump disampaikan beberapa jam setelah ia mengeluarkan ancaman serupa terhadap Panama dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu malam. "Apakah ada yang pernah mendengar tentang Terusan Panama? Karena kita sedang dikeruk di Terusan Panama seperti kita dikeruk di tempat lain," ujar Trump pada hari Minggu di acara AmericaFest, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Turning Point, kelompok konservatif yang sejalan dengannya.
Komentar Trump ini merupakan contoh yang sangat jarang di mana seorang pemimpin AS menyatakan bahwa ia dapat mendorong negara berdaulat untuk menyerahkan wilayah. Hal ini juga menggarisbawahi pergeseran yang diharapkan dalam diplomasi AS di bawah Trump, yang secara historis tidak ragu mengancam sekutu dan menggunakan retorika agresif dalam berurusan dengan mitra sejawat.
"Biaya yang dikenakan oleh Panama tidak masuk akal, sangat tidak adil," kata Trump.
"Itu diberikan kepada Panama dan rakyat Panama, tetapi ada ketentuannya. Anda harus memperlakukan kami secara adil, dan mereka tidak memperlakukan kami secara adil. Jika prinsip-prinsip, baik moral maupun hukum, dari sikap besar hati ini tidak dipatuhi, maka kami akan menuntut agar Terusan Panama dikembalikan kepada kami sepenuhnya, dengan cepat dan tanpa pertanyaan," bebernya.
Kedutaan Panama di Washington tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Namun, beberapa politisi Panama mengkritik pernyataan Trump di media sosial dan meminta pemerintah untuk membela terusan tersebut.
"Pemerintah memiliki kewajiban untuk mempertahankan otonomi kami sebagai negara merdeka," kata Grace Hernandez, seorang deputi dari partai oposisi MOCA, di X setelah unggahan Trump di Truth Social.
Amerika Serikat sebagian besar membangun terusan Panama dan mengelola wilayah di sekitarnya selama beberapa dekade. Namun, AS dan Panama menandatangani dua perjanjian pada tahun 1977 yang membuka jalan bagi pengembalian penuh kendali terusan kepada Panama. AS menyerahkan kendali terusan tersebut pada tahun 1999 setelah periode pengelolaan bersama.
Jalur air itu, yang memungkinkan hingga 14.000 kapal melintas setiap tahun, menyumbang 2,5% perdagangan global melalui laut dan sangat penting untuk impor mobil dan barang dagangan AS dari Asia serta ekspor komoditas AS, termasuk gas alam cair.
Tidak jelas bagaimana Trump berencana untuk mendapatkan kembali kendali atas terusan tersebut, dan ia tidak akan memiliki dasar hukum internasional jika memutuskan untuk mencoba mengambil alih jalur tersebut.
Baca Juga
Trump Akan Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk China, 25% untuk Kanada dan Meksiko
Ini bukan pertama kalinya Trump secara terbuka mempertimbangkan ekspansi wilayah.
Dalam beberapa minggu terakhir, ia berulang kali menyatakan keinginan menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS, meskipun tidak jelas seberapa serius niatnya. Selama masa jabatannya pada 2017-2021, Trump pernah menyatakan minat untuk membeli Greenland, wilayah otonom Denmark. Namun, ia ditolak secara terbuka oleh otoritas Denmark sebelum pembicaraan dapat dimulai.

