Trump Serukan Pembelian Greenland Setelah Membidik Kanada dan Terusan Panama
WEST PALM BEACH, investortrust.id – Presiden terpilih Donald Trump akan dilantik tanggal 20 Januari 2025. Tapi, jauh sebelum pelantikan, dia sudah mengeluarkan berbagai pernyataan yang mengagetkan dan membuat heboh. Trump sudah menebar ancaman tarif untuk China, Meksiko, Kanada, dan BRIC.
Selain ancaman tarif, Trump mengancam akan mengambil alih Kanada dan Terusan Panama. Tak hanya itu, kini Donald Trump juga menginginkan Greenland.
Baca Juga
Tarif Terlalu Tinggi, Trump Ancam Ambil Alih Kendali Terusan Panama
Dilansir dari AFP, Trump berusaha menghidupkan kembali seruan yang tidak berhasil selama masa jabatan sebelumnya untuk Amerika Serikat membeli Greenland dari Denmark, menambah daftar negara sekutu yang ia perselisihkan.
Dalam pengumuman pada hari Minggu (22/12/2024) tentang penunjukan duta besar untuk Denmark, Trump menulis, “Demi Keamanan Nasional dan kebebasan di seluruh Dunia, Amerika Serikat merasa bahwa kepemilikan dan kendali atas Greenland adalah suatu keharusan.”
Keinginan Trump terhadap Greenland kembali mencuat setelah presiden terpilih tersebut mengisyaratkan akhir pekan lalu bahwa AS dapat merebut kembali kendali atas Terusan Panama jika tidak ada langkah yang diambil untuk menurunkan biaya pengiriman yang terus meningkat untuk menggunakan jalur air yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik.
Trump juga menyarankan agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat dan menyebut Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sebagai “gubernur” dari “Negara Bagian Hebat Kanada.”
Stephen Farnsworth, seorang profesor ilmu politik di University of Mary Washington di Fredericksburg, Virginia, mengatakan bahwa pendekatan Trump yang mengusik negara-negara sahabat mencerminkan gaya agresif yang pernah ia gunakan dalam dunia bisnis.
“Anda meminta sesuatu yang tidak masuk akal, sehingga kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan sesuatu yang lebih masuk akal,” kata Farnsworth, yang juga penulis buku “Presidential Communication and Character.”
Greenland, pulau terbesar di dunia, terletak di antara Samudra Atlantik dan Arktik. Pulau ini 80% tertutup lapisan es dan menjadi rumah bagi pangkalan militer besar AS. Greenland memperoleh pemerintahan sendiri dari Denmark pada tahun 1979, dan kepala pemerintahannya, Múte Bourup Egede, menyatakan bahwa seruan Trump terbaru untuk kontrol AS akan sama tidak berarti seperti yang dibuat selama masa jabatan pertamanya.
“Greenland adalah milik kami. Kami tidak untuk dijual dan tidak akan pernah dijual,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Kita tidak boleh kehilangan perjuangan panjang kita demi kebebasan.”

