Potensi Mega Merger dengan Honda, Saham Nissan Melejit ke Level Teringgi dalam 40 Tahun
NEW YORK, investortrust.id - Saham Nissan Motor melonjak tajam pada Rabu (18/12/2024) setelah laporan media menyebutkan bahwa produsen mobil Jepang yang tengah kesulitan ini berencana untuk bergabung dengan Honda Motor. Penggabungan ini bertujuan membentuk entitas yang lebih besar untuk bersaing dengan rival utama dan berinvestasi lebih besar di pasar kendaraan listrik yang terus berkembang.
Saham Nissan naik 23,7%, mencatat hari terbaiknya sejak setidaknya tahun 1985, menurut data dari Factset, yang tidak memiliki catatan harga saham perusahaan sebelum tahun 1985. Sementara itu, saham Honda turun 3%.
Baca Juga
Honda dan Nissan Jepang Dikabarkan akan Merger, Harga Saham Melonjak
Menurut laporan di surat kabar Nikkei, Honda dan Nissan sedang mempertimbangkan untuk beroperasi di bawah sebuah perusahaan induk dan akan segera menandatangani nota kesepahaman. Mereka juga berencana untuk memasukkan Mitsubishi Motors, di mana Nissan adalah pemegang saham terbesar dengan 24% saham, ke dalam perusahaan induk tersebut, menurut laporan itu.
Berbicara kepada CNBC, Vivek Vaidya, pemimpin global klien untuk mobilitas di firma riset Frost & Sullivan, mengatakan bahwa merger ini dipicu oleh kinerja keuangan Nissan yang kurang baik.
Pada November lalu, Nissan melaporkan hasil yang mengecewakan untuk kuartal kedua yang berakhir September dan memangkas proyeksi pendapatan serta operasional untuk setahun penuh. Produsen mobil itu juga mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 pekerjaan dan mengurangi kapasitas produksi global sebesar seperlima di tengah persaingan ketat di pasar utama mereka.
Joe McCabe, presiden dan CEO AutoForecast Solutions, mengatakan, Nissan membutuhkan "revitalisasi" setelah hubungannya dengan Renault memburuk. "Mereka [Nissan] benar-benar tidak memiliki posisi kepemimpinan di segmen apa pun yang mereka ikuti," katanya kepada CNBC.
Dalam pernyataan resmi, Nissan mengatakan bahwa laporan media mengenai "pertimbangan integrasi bisnis" dengan Honda tidak berdasarkan pengumuman dari perusahaan. Nissan mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk kolaborasi di masa depan dengan Honda dan Mitsubishi Motors, tetapi belum ada keputusan yang dibuat. Saham Mitsubishi Motors ditutup naik 19,7%.
Menurut Vaidya dari Frost & Sullivan, jika merger ini terealisasi, hal itu akan memungkinkan ketiga produsen mobil untuk "mengakses teknologi, mengurangi risiko inovasi, dan menciptakan skala ekonomi."
Entitas gabungan ini, katanya, akan memiliki keahlian tidak hanya pada kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar bensin tradisional, tetapi juga pada kendaraan hybrid, listrik berbasis baterai, dan hidrogen.
Vaidya menambahkan bahwa karena produsen mobil saat ini sedang berinvestasi baik pada kendaraan ICE maupun kendaraan listrik berbasis baterai, merger antara Honda, produsen mobil terbesar kedua di Jepang, dan Nissan, yang terbesar ketiga, akan mengurangi risiko inovasi.
Menurut Nikkei, entitas gabungan Nissan-Honda-Mitsubishi akan mencapai penjualan lebih dari 8 juta kendaraan per tahun. Angka ini akan menempatkan perusahaan tersebut di antara produsen mobil terbesar di dunia, meskipun masih di bawah Toyota Motor, dengan 11,2 juta kendaraan pada 2023, serta Volkswagen dari Jerman, yang melaporkan penjualan 9,2 juta kendaraan tahun lalu.
Laporan merger ini muncul setelah kedua produsen mobil Jepang tersebut sebelumnya menjalin kemitraan strategis awal tahun ini untuk berbagi komponen dan perangkat lunak otomotif.
Mega Merger
Kerjasama semacam ini akan menjadi merger terbesar di industri otomotif sejak Fiat Chrysler bergabung dengan PSA Groupe dari Prancis untuk membentuk Stellantis pada Januari 2021.
Industri otomotif global menghadapi berbagai tantangan, termasuk transisi ke kendaraan listrik, kategori yang didominasi oleh perusahaan seperti Tesla dan BYD dari China. Volkswagen, misalnya, berencana menutup pabrik dan memangkas ribuan pekerjaan di Jerman, sementara General Motors baru-baru ini menghentikan proyek Cruise, perusahaan robotaksi otonomnya.
Baca Juga
Bersaing dengan Tesla dan BYD, Semua Model Baru Nissan di Eropa akan “Full Electric”
Bagi Honda dan Nissan, ada juga ancaman tarif yang diusulkan oleh Presiden-terpilih Donald Trump yang mungkin memerlukan reorganisasi besar-besaran pada rantai pasokan global mereka.

