ECB Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Pemotongan Keempat Tahun Ini
FRANKFURT, investortrust.id - Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada Kamis (12/12/2024) mengumumkan pemotongan suku bunga keempatnya pada tahun 2024, sesuai dengan ekspektasi pasar. ECB memangkas bunga acuan seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps), sambil menurunkan proyeksi inflasi untuk tahun ini dan tahun depan.
Pemotongan ini membawa suku bunga fasilitas simpanan, tingkat suku bunga utama ECB, menjadi 3%. Sebelumnya, tingkat ini bertahan di 4% sejak September 2023, sebelum dimulainya siklus pelonggaran pada Juni 2024.
Baca Juga
“Proses deflasi berjalan sesuai jalur,” sebut ECB dalam pernyataan resminya.
ECB juga menghapus pernyataan bahwa pihaknya perlu “mempertahankan suku bunga kebijakan tetap restriktif selama diperlukan,” yang dipantau ketat oleh trader sebagai tanda pergeseran kebijakan yang lebih dovish.
Proyeksi makroekonomi triwulanan dari staf ECB menurunkan perkiraan inflasi tahun 2024 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,5%. Proyeksi inflasi untuk 2025 juga direvisi turun menjadi 2,1% dari sebelumnya 2,2%.
ECB kini memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah tahun ini dan tahun depan. Proyeksi staf menunjukkan ekonomi zona euro tumbuh 0,7% pada 2024, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,8%. Pertumbuhan pada 2025 diproyeksikan sebesar 1,1%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,3%.
Risiko terhadap pertumbuhan ekonomi “tetap condong ke sisi negatif,” kata Presiden ECB Christine Lagarde dalam konferensi pers Kamis, dengan menyebut potensi “friksi yang lebih besar dalam perdagangan global” dan penurunan kepercayaan konsumen dan bisnis. Eropa sedang menghadapi potensi tarif besar-besaran yang diusulkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump, yang menurut para ekonom telah meningkatkan ketidakpastian dalam prospek tahun 2025.
Harapan Pemotongan 50 Bps
Harapan akan pemotongan lebih besar sebesar 50 basis poin telah memudar, meskipun inflasi utama mendekati target 2% ECB, karena indikator pertumbuhan menunjukkan tanda-tanda kemerosotan berkelanjutan di ekonomi manufaktur besar zona euro, termasuk Jerman.
Pasar uang justru memperkirakan pemotongan keempat sebesar 25 basis poin, di tengah kekhawatiran atas kenaikan baru-baru ini dalam pertumbuhan upah yang disepakati dan inflasi sektor jasa yang persisten.
Namun, Lagarde mengatakan dalam konferensi pers bahwa beberapa anggota Dewan Gubernur mengusulkan pemotongan 50 basis poin dan diskusi mengenai hal ini telah dilakukan.
“Kesepakatan keseluruhan yang disetujui oleh semua pihak adalah bahwa 25 basis poin adalah keputusan yang tepat,” katanya kepada CNBC. Faktor utama yang memengaruhi keputusan tersebut adalah proyeksi inflasi yang telah mendekati 2% selama enam proyeksi berturut-turut, tekanan upah yang menurun, namun inflasi masih belum sepenuhnya terkendali.
“Kami masih memiliki inflasi jasa yang tinggi. Kami ingin melihat perubahan komposisi inflasi untuk benar-benar yakin bahwa kami hampir mencapai target,” tambah Lagarde.

