Pemberontak Kuasai Damaskus, Runtuhkan Kekuasaan 50 Tahun Rezim Assad di Suriah
BEIRUT, investortrust.id - Pemerintah Suriah runtuh setelah menghadapi serangan pemberontak yang berlangsung cepat. Pemberontak melintasi wilayah yang dikuasai pemerintah dan memasuki ibu kota hanya dalam waktu 10 hari. Serangan mendadak dan mengejutkan itu mengakhiri kekuasaan 50 tahun keluarga Assad.
Baca Juga
Kepala pemantau perang oposisi Suriah, seperti dilansir VOA, Minggu (8/12/2024), mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah meninggalkan negara itu menuju lokasi yang dirahasiakan. Assad melarikan diri dari pemberontak yang mengeklaim telah memasuki Damaskus setelah kemajuan luar biasa cepat di seluruh negeri.
Presiden Suriah Bashar Al-Ashad dan First Lady Suriah Asma Al-Ashad sewaktu masih menjabat sebagai presiden Suriah. Foto: Akun X/Twitter Presiden Venezuela Nicolas Maduro @NicolasMaduro
Perdana Menteri Suriah Mohammed Ghazi Jalali menyatakan pemerintah siap untuk "mengulurkan tangan" kepada oposisi dan menyerahkan fungsi pemerintahannya kepada pemerintahan transisi.
“Saya berada di rumah saya dan tidak pergi, ini karena saya merasa menjadi bagian dari negara ini,” kata Jalili dalam pernyataan video. Ia menambahkan bahwa ia akan kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaan pada pagi hari dan menyerukan kepada warga Suriah untuk tidak merusak properti publik. Jalili tidak mengomentari laporan bahwa Assad telah meninggalkan negara itu.
Rami Abdurrahman dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kepada Associated Press bahwa Assad terbang keluar dari Damaskus pada hari Minggu. Televisi pemerintah Iran, pendukung utama Assad selama perang bertahun-tahun di Suriah, melaporkan bahwa Assad telah meninggalkan ibu kota, mengutip jaringan berita Al Jazeera Qatar sebagai sumber informasi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Suriah.
Warga Suriah berkumpul untuk merayakan di alun-alun utama Damaskus, meneriakkan slogan anti-Assad dan membunyikan klakson mobil. Di beberapa wilayah, terdengar tembakan perayaan.
“Perasaanku tidak bisa dijelaskan,” kata Omar Daher, seorang pengacara berusia 29 tahun. “Setelah ketakutan yang dia (Assad) dan ayahnya buat kami rasakan selama bertahun-tahun, serta kepanikan dan teror yang saya alami, saya tidak percaya ini terjadi.”
Daher mengatakan ayahnya dibunuh oleh pasukan keamanan dan saudaranya ditahan tanpa kabar. “Assad adalah seorang penjahat, tiran, dan anjing,” katanya.
“Terkutuklah jiwanya dan jiwa seluruh keluarga Assad,” kata Ghazal al-Sharif, seorang warga yang merayakan di pusat Damaskus. “Ini adalah doa dari setiap orang yang tertindas, dan Tuhan mengabulkannya hari ini. Kami pikir tidak akan pernah melihat ini, tetapi syukurlah, kami melihatnya.”
Seorang jurnalis Associated Press di Damaskus melaporkan melihat kelompok warga bersenjata di jalan-jalan pinggiran ibu kota dan mendengar suara tembakan. Markas besar polisi utama kota itu tampak kosong, pintunya terbuka tanpa penjaga di luar. Seorang jurnalis AP lainnya merekam gambar pos pemeriksaan militer yang ditinggalkan, dengan seragam tentara berserakan di tanah di bawah poster wajah Assad.
Penduduk ibu kota melaporkan mendengar suara tembakan dan ledakan. Rekaman di media yang terkait oposisi menunjukkan sebuah tank di salah satu alun-alun utama ibu kota, sementara sekelompok kecil orang berkumpul untuk merayakan. Seruan "Allahu Akbar" terdengar dari masjid-masjid.
Ini adalah pertama kalinya pasukan oposisi mencapai Damaskus sejak 2018, ketika pasukan Suriah merebut kembali daerah-daerah di pinggiran ibu kota setelah pengepungan bertahun-tahun.
Radio pro-pemerintah Sham FM melaporkan bahwa bandara Damaskus telah dievakuasi dan semua penerbangan dihentikan.
Pemberontak juga mengumumkan bahwa mereka telah memasuki penjara militer Saydnaya yang terkenal di utara ibu kota dan “membebaskan” para tahanan di sana.
Malam sebelumnya, pasukan oposisi merebut kota Homs di bagian tengah negara, kota terbesar ketiga di Suriah, setelah pasukan pemerintah meninggalkannya. Kota ini terletak di persimpangan penting antara Damaskus, ibu kota, dan provinsi pesisir Suriah seperti Latakia dan Tartus, yang merupakan basis dukungan Assad serta lokasi pangkalan angkatan laut strategis Rusia.
Baca Juga
Suriah Sebut Serangan Israel Sasar Bangunan Perumahan di Damaskus
Pemberontak sebelumnya telah merebut kota Aleppo dan Hama, serta sebagian besar wilayah selatan, dalam serangan kilat yang dimulai pada 27 November. Analis menyatakan bahwa penguasaan pemberontak atas Homs akan menjadi pengubah permainan.
Pasukan oposisi, yang dipimpin oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), telah memimpin serangan cepat ini dan hanya mendapatkan sedikit perlawanan dari tentara Suriah.

