Bahlil Sepakati Kerja Sama Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Uni Emirat Arab
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Republik Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) atau Persatuan Emirat Arab (PEA) memperkuat hubungan bilateral di sektor energi dan sumber daya mineral. Kedua negara sepakat memperluas cakupan kerja sama mulai dari pertukaran informasi dan kebijakan, kolaborasi antarbadan usaha, pembiayaan proyek, transfer teknologi bersih, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Penguatan kerja sama tersebut tertuang melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang diteken oleh Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei.
Baca Juga
Prabowo Temui MBZ di UEA, Undang Kerja Sama Ketahanan Pangan hingga Energi
Bahlil menyampaikan pentingnya MoU tersebut untuk memperdalam keterlibatan dan persahabatan kedua negara. Hal ini terlihat dari komitmen RI dan UEA untuk saling meninjau kebermanfaatan dan pengalaman dalam rangka mendukung pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral secara global.
"Kami percaya, dengan sinergi yang apik, Indonesia dan PEA dapat menjadi pionir dalam mentransformasi energi global," kata Bahlil dalam keterangan resmi yang dkutip Minggu (24/11/2024).
Bahlil menyebut, dengan dukungan PEA, Indonesia dapat mengakselerasi pengembangan sektor energi dengan pemanfaatan teknologi inovatif dan pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.
Hal ini merupakan bagian dari salah satu perwujudan dari program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait dengan swasembada energi dan hilirisasi.
"Kita tidak hanya mempererat persahabatan, tetapi menciptakan solusi konkret dalam mengatasi tantangan energi di dalam negeri dan global," ujar mantan Menteri Investasi tersebut.
Lebih lanjut, Bahlil menerangkan, dengan adanya kerja sama ini dapat mendorong kolaborasi antarbadan usaha dari kedua negara dalam bidang rantai pasok mineral, yang di dalamnya termasuk pengolahan terintegrasi midstream dan downstream serta manufaktur.
Baca Juga
Prabowo dan MBZ Saksikan Kesepakatan RI-UEA di Bidang Industri hingga Kesehatan
"Kolaborasi ini merupakan bagian dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk inisiatif dekarbonisasi, pengurangan emisi, dan pengembangan kegiatan migas meliputi hulu dan hilir dengan mendorong teknologi dan inovasi rendah emisi," ucap dia.
Secara detail, implementasi kerja sama yang tertuang dalam MoU itu, meliputi sharing knowledge terkait kebijakan, strategi dan peraturan, membuka peluang pembiayaan dalam proyek carbon capture storage/carbon capture utilization storage (CCS/CCUS) dan pengembangan teknologi inovatif untuk biofuel dan hidrogen, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang energi.

