Peluncuran Robotaksi Mengecewakan, Saham Tesla Milik Elon Musk Anjlok
NEW YORK, investortrust.id - Saham Tesla milik Elon Musk, salah satu orang terkaya dunia, anjlok hampir 9% pada hari Jumat (11/10/2024). Saham Tesla terjungkal setelah acara peluncuran robotaksi yang lama ditunggu-tunggu ternyata mengecewakan para investor.
Baca Juga
CEO Elon Musk memperkenalkan konsep mobil otonom Cybercab, kendaraan kecil berwarna perak dengan dua tempat duduk, tanpa setir atau pedal, pada acara "We, Robot", Kamis malam. Musk menyampaikan ambisi Tesla untuk menciptakan armada kendaraan otonom dan robot.
Musk mengatakan perusahaan berharap untuk mulai memproduksi Cybercab sebelum tahun 2027, tetapi tidak memberikan detail mengenai lokasi produksinya. Ia juga menyebutkan bahwa konsumen bisa membeli Cybercab Tesla dengan harga di bawah $30.000. Selain itu, ia mengungkapkan harapan bahwa "Full Self-Driving (FSD)" tanpa pengawasan akan tersedia di Texas dan California tahun depan untuk kendaraan Model 3 dan Model Y. Meskipun begitu, teknologi tersebut masih memerlukan pengemudi manusia yang siap mengendalikan mobil kapan saja.
Baca Juga
Dogecoin akan Meledak jika Trump Menang? Ini Rencana Besar Elon Musk
Saham Tesla ditutup pada $217,80 Jumat, turun 12% sepanjang tahun 2024 dan 17% dalam 12 bulan terakhir.
Kurang Meyakinkan
Selain Cybercab, Musk juga mengumumkan rencana untuk memproduksi "Robovan" otonom listrik yang dapat mengangkut hingga 20 orang atau digunakan untuk mengirim barang. Namun, setelah acara, banyak analis menilai pengumuman tersebut mengecewakan.
Analis dari Barclays menyatakan bahwa acara tersebut lebih menekankan visi jangka panjang Tesla terkait kendaraan otonom, tetapi tidak menyoroti peluang jangka pendek yang jelas bagi perusahaan. Mereka juga mencatat bahwa tidak ada pembaruan tentang kemajuan FSD atau data yang mencerminkan peningkatan sistem.
Beberapa analis mengindikasikan bahwa momentum pra-acara mungkin akan berkurang, dengan saham Tesla kemungkinan akan mengalami penurunan dalam beberapa minggu mendatang.
Analis dari Morgan Stanley juga menyatakan bahwa Musk gagal meyakinkan bahwa Tesla adalah perusahaan kecerdasan buatan, dan acara tersebut kekurangan detail terkait peningkatan FSD, strategi ekonomi layanan berbagi tumpangan, dan strategi go-to-market.
Meskipun ada rencana ambisius Tesla, tampaknya akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum kendaraan otonom Tesla dapat beroperasi di jalan raya umum. Para regulator juga masih perlu mempertimbangkan masalah keamanan yang ada pada teknologi ini.
Baca Juga
Analis dari Forrester, Paull Miller, mengatakan bahwa harga $30.000 untuk Cybercab tampaknya sulit tercapai dalam waktu dekat, mengingat tantangan ekonomi dan skala produksi yang dibutuhkan.
Perusahaan seperti "Waymo", yang dimiliki oleh Alphabet, sudah menawarkan layanan robotaksi kepada publik sejak Juni, menjadikannya salah satu dari sedikit perusahaan yang berhasil meluncurkan mobil otonom di jalan umum.

