Kemlu Ungkap Nasib 1.232 Pasukan TNI Misi Perdamaian di Lebanon, Diminta Pulang?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkapkan nasib personel TNI yang menjadi bagian dari Pasukan Interim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) di tengah memanasnya konflik antara Israel dan kelompok milisi Hizbullah.
Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat mengatakan 1.232 personel TNI yang tergabung dalam Unifil tetap akan mengikuti komando dari Dewan Keamanan (DK) PBB, alih-alih dievakuasi ke luar wilayah Lebanon. Seperti diberitakan warga sipil asal Indonesia atau WNI yang bermukim di Lebanon telah diupayakan untuk evakuasi keluar Lebanon.
"Artinya pasukan kita terus akan mengikuti berbagai langkah yang ditetapkan PBB, meskipun saat ini memang sudah banyak statement-statement ketidaksukaan yang disampaikan pihak Israel terhadap kehadiran pasukan PBB di titik tertentu di Lebanon," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga
Kemlu: Sudah Ada 65 WNI yang Berhasil Dievakuasi dari Lebanon
Walaupun demikian, bukan berarti pemerintah lepas tangan dengan keselamatan dan keamanan 1.232 personel TNI yang bergabung dengan Unifil. Kemenlu melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York masih terus berkomunikasi dengan PBB untuk memperbarui informasi mengenai kondisi pasukan Unifil asal Indonesia.
"Utusan tetap Indonesia di New York terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di PBB, termasuk komunikasi terakhir yang dilakukan tadi malam dengan Deputy Secretary General DK PBB untuk urusan peacekeeping operation (operasi perdamaian), dan disampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh masing-masing troop contributing countries (negara pengirim pasukan), karena Indonesia dengan lebih dari 1.200 personel itu menjadi salah satu penyumbang terbesar di kontingen Unifil PBB di Lebanon," tutur pria yang akrab disapa Roy itu.
Kemudian, Roy menyebut pemerintah juga akan berkomunikasi dengan negara-negara lain yang mengirimkan pasukan untuk bergabung dengan Unifil. Tujuannya adalah menyuarakan keamanan bagi seluruh pasukan yang mengikuti misi perdamaian di Lebanon itu.
"Dan kita juga akan menyuarakan bersama dengan troop contributor lainnya bahwa yang menjadi isu safety dan security (keamanan) dari personel peacekeeping operation merupakan share responsibility (tanggung jawab bersama) seluruh anggota PBB," ujarnya.
Baca Juga
Terkait dengan perkembangan situasi di Lebanon, pada Jumat (4/10/2024) tentara Israel melakukan serangan yang menargetkan daerah Masnaa di Lebanon Timur untuk memutuskan arus jalan lintas batas yang menghubungkan antara Lebanon dan Suriah, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon atau National News Agency (NNA).
Serangan tersebut terjadi setelah Tel Aviv menuding bahwa Hizbullah berupaya menyelundupkan senjata melintasi perbatasan. Perlintasan Masnaa terletak di wilayah Bekaa di Lebanon timur dan kerap dianggap sebagai salah satu titik perlintasan terpenting antara Lebanon dan Suriah.
Sedikitnya 1.947 orang tewas, hampir 9.400 orang terluka, dan 1,2 juta orang lainnya mengungsi akibat memanasnya konflik Israel dan Hizbullah, menurut pihak berwenang Lebanon.

