Kamala Harris Menantang, Trump Menolak Debat Lagi
WASHINGTON, investortrust.id – Setelah debat pertama Donald Trump melawan Kamala Harris, masyarakat AS menunggu-nunggu apakah akan ada debat kedua antara kandidat dari Partai Republik dan Demokrat itu.
Baca Juga
Debat Capres AS: Harris-Trump Berselisih Soal Kebijakan Perdagangan AS dengan China
Yang jelas, Donald Trump pada hari Kamis (12/9/2024) mengabaikan kemungkinan debat presiden melawan Kamala Harris.
Sementara itu, tim kampanye Harris mengumumkan terjadi penggalangan dana besar-besaran beberapa jam setelah kedua kandidat bertemu di atas panggung.
Trump, calon dari Partai Republik, menulis di Truth Social bahwa "tidak akan ada debat ketiga!" setelah debat hari Selasa melawan Harris dan debat bulan Juni melawan Presiden Joe Biden. Mantan presiden AS itu menggambarkan bahwa “petarung” yang kalah akan selalu menjadi pihak yang menyerukan pertandingan ulang. Trump mengeklaim memenangkan debat.
Baca Juga
Trump Klaim Menang Debat, tapi Saham Trump Media Anjlok Lebih dari 10%
Sehari sebelumnya, dia berkata, "Saya tidak tahu," ketika ditanya apakah dia akan bertemu Harris untuk debat lagi. Beberapa anggota Partai Republik, termasuk Senator Partai Republik nomor dua John Thune, telah mendesak Trump untuk kembali berdebat melawan Harris.
Meskipun masih bisa berubah pikiran, bila mengacu pada pengumuman Trump, bisa jadi pertemuan hari Selasa lalu menjadi satu-satunya debat kandidat presiden yang mempertemukan Trump dan Harris sebelum pemilu bulan November. Lebih dari 67 juta orang menyaksikan debat Trump-Harris.
Kamala Harris, calon dari Partai Demokrat yang juga Wakil Presiden AS mengungkapkan keyakinannya dalam rapat umum di North Carolina pada hari Kamis. Dia dan mantan presiden Trump mengaku “berutang kepada para pemilih” untuk berdebat lagi. Sementara itu, tim kampanyenya mengatakan telah mengumpulkan $47 juta dari hampir 600.000 donor dalam 24 jam setelah debatnya pada hari Selasa melawan Trump.
“Pengumpulan bersejarah dalam waktu 24 jam ini mencerminkan koalisi Amerika yang kuat dan terus berkembang yang bersatu mendukung pencalonan Wakil Presiden Harris yang mengetahui pertaruhannya pada bulan November ini dan melakukan bagian mereka untuk mengalahkan Donald Trump pada bulan November ini,” kata ketua kampanye Jen O’Malley Dillon, seperti dilansir VOA.
Debat pada hari Selasa lalu adalah pertama kalinya Trump dan Harris bertemu, dan wakil presiden tersebut sangat mengontrol jalannya debat, sehingga mendorong Trump untuk memberikan tanggapan yang mengandung pernyataan berlebihan dan tidak benar.
Berbeda dengan debat Juni lalu saat Trump berhadapan dengan Joe Biden. Ketika itu Trump tampil lebih memukau. Sebaliknya, Biden menunjukkan kinerja tidak stabil dengan jawaban yang tidak menentu. Penampilan debat yang buruk membuat Biden harus mengakhiri upayanya untuk terpilih kembali dan mendukung Harris sebagai penggantinya.
Baca Juga

