Wall Street Melesat Usai Pemilu Sela AS, Dow Jones Terbang di Atas 1.600 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak tajam pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (5/11/2026) WIB. Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela mengurangi ketidakpastian politik yang selama ini membayangi Wall Street. Penguatan pasar semakin besar setelah harga minyak mentah anjlok lebih dari 8% di tengah meningkatnya harapan penyelesaian perang AS-Iran.
Dow Jones Industrial Average melesat 1.646 poin atau 3,2% ke atas 53.000, untuk pertama kalinya sejak 8 September 2026. Indeks yang berisi 30 saham unggulan tersebut berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 9 April 2025. Ketika itu Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan sementara tarif resiprokal terhadap sejumlah negara.
Indeks S&P 500 menguat 1,8%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,7%. Kenaikan tersebut juga menempatkan S&P 500 pada jalur kinerja harian terbaik sejak 8 April 2025.
Baca Juga
Kemenangan Partai Demokrat dalam perebutan mayoritas DPR dan Senat AS menjadi salah satu katalis utama penguatan saham. Hasil tersebut mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres dan membuka peluang terciptanya keseimbangan kekuasaan yang lebih ketat terhadap pemerintahan Trump.
Trump sebelumnya menjalankan kebijakan pemangkasan pajak yang ramah dunia usaha. Namun, kebijakan tarif perdagangan dan keterlibatan AS dalam perang melawan Iran turut meningkatkan tekanan inflasi serta ketidakpastian ekonomi.
Kepastian politik setelah pemilu sela memberikan sentimen positif bagi investor. Trump menyatakan bersedia menerima hasil pemilu dan mengisyaratkan bahwa Partai Republik akan bekerja sama dengan Demokrat.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump menyatakan kesediaannya menerima hasil pemilu. Kepada The Wall Street Journal, dia juga mengatakan Partai Republik akan bekerja sama dengan Demokrat.
Kemungkinan Kebuntuan Politik
Kepala Strategi Pasar Freedom Capital Markets Jay Woods mengatakan, pemulihan pasar saham antara lain dipengaruhi oleh sikap awal dan respons Trump terhadap hasil pemilu.
“Ketidakpastian politik memang masih akan membayangi pasar. Namun, satu hal yang semakin jelas adalah kemungkinan terjadinya kebuntuan politik atau gridlock di Washington,” beber Woods, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Secara historis, kondisi pemerintahan yang terbagi antara dua partai besar justru kerap menjadi lingkungan yang positif bagi pasar saham. Situasi tersebut membuat pemerintah lebih sulit menerapkan perubahan kebijakan secara sepihak yang dapat mengganggu kepastian dunia usaha.
Andrew Slimmon dari Morgan Stanley Investment Management juga menilai pasar cenderung menyukai kondisi ketika kekuasaan politik tidak terkonsentrasi pada satu partai.
Investor, menurut dia, tidak menyukai situasi ketika satu partai memiliki kekuasaan terlalu besar untuk mengubah kebijakan ekonomi dan regulasi.
Saham-saham yang sensitif terhadap kondisi ekonomi memimpin penguatan perdagangan Rabu. Walmart melonjak sekitar 4%, sedangkan Bank of America naik 3%. Pergerakan ini menunjukkan investor mulai memperluas pembelian ke sektor ritel dan perbankan, tidak hanya berfokus pada saham teknologi.
Harga Minyak Anjlok
Penguatan Wall Street semakin besar setelah harga minyak mentah AS turun lebih dari 8%. Kontrak berjangka Brent, yang menjadi acuan internasional, juga merosot lebih dari 8%.
Baca Juga
Wakil Presiden AS JD Vance secara terbuka menyebut perang Iran sebagai penyebab kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pemerintahan Trump akan menghadapi tekanan politik lebih besar untuk mengakhiri konflik.
“Hasil pemilu kemungkinan meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan untuk segera mengakhiri perang,” kata Kepala Investasi One Point BFG Wealth Partners Peter Boockvar.
Masyarakat AS, menurut Boockvar, telah menunjukkan ketidakpuasan terhadap inflasi dan tingginya harga bensin, selain berbagai persoalan ekonomi lainnya.
Penurunan harga minyak berpotensi memberikan ruang bagi meredanya tekanan inflasi, terutama melalui penurunan biaya energi dan transportasi. Kondisi ini dapat memperbaiki daya beli masyarakat sekaligus mengurangi beban biaya operasional perusahaan.
Namun, kemenangan Demokrat juga memunculkan kekhawatiran di sektor teknologi, khususnya perusahaan yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Kemenangan Gina Hinojosa dalam pemilihan gubernur Texas menjadi perhatian investor setelah dia menjanjikan moratorium segera terhadap pembangunan pusat data. Texas merupakan salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur pusat data di AS.
Saham CoreWeave dan SpaceX yang berkantor pusat di Texas tercatat melemah di tengah kekhawatiran tersebut.
Reli Wall Street pada Rabu mencerminkan dua sentimen besar, yaitu berkurangnya ketidakpastian politik setelah hasil pemilu sela dan harapan meredanya konflik Iran yang telah mengganggu pasokan energi global.
Meski demikian, investor masih harus mencermati perkembangan hubungan AS-Iran, kebijakan ekonomi pemerintahan Trump, serta potensi perubahan regulasi terhadap industri teknologi dan AI.
