Penyelamatan Banjir Gletser Nepal: Ratusan Pekerja Diduga Masih Selamat di Dalam Terowongan PLTA
Poin Penting
|
KATHMANDU, Investortrust.id -- Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu pada Rabu (2/9/2026) untuk menjangkau puluhan pekerja yang diperkirakan terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air di pegunungan Nepal.
Upaya ini menjadi salah satu harapan terakhir untuk menemukan korban selamat, seminggu setelah banjir besar di kawasan Himalaya menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Sebagaimana diberitakan, bencana banjir yang dipicu oleh runtuhnya gletser di dekat perbatasan Nepal dan China tersebut menghancurkan kota-kota serta lembah-lembah di seluruh wilayah pegunungan. Setidaknya 1.204 orang dipastikan tewas, sementara lebih dari 4.200 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Upaya penyelamatan kini semakin difokuskan pada terowongan proyek hidroelektrik, tempat para pihak berwenang meyakini ada pekerja yang selamat setelah terisolasi oleh genangan air dan puing-puing.
Beberapa terowongan tersebut memiliki ruang khusus yang dilengkapi dengan pasokan udara. Tim SAR saat ini berupaya keras untuk menjangkau sekitar 900 pekerja yang masih hilang di lokasi tersebut. Anggota dewan Otoritas Listrik Nepal, Amshu Kiran Shahi, menyampaikan optimisme terkait keberadaan para pekerja di dalam fasilitas tersebut.
"Kami sangat yakin ada kehidupan di dalam sana karena ... ada makanan dan air di dalam bangunan tersebut, yang kemungkinan dibangun untuk tujuan komunikasi dan sebagai tempat beristirahat," ujar Amshu Kiran Shahi kepada Reuters.
Peluang untuk menemukan korban selamat di tempat lain memang semakin menipis, namun tidak ada penurunan kinerja dalam operasi penyelamatan. Tim terus menyisir lereng gunung di sepanjang perbatasan China, tempat banjir menerjang permukiman dan lembah. Pejabat senior di Pusat Operasi Darurat Nasional Nepal, Phanindra Paudel, mengungkapkan situasi terkini terkait pencarian tersebut.
"Harapan untuk menemukan korban selamat semakin berkurang," kata Phanindra Paudel dikutip CNANews, Kamis (3/9/2026). "Kami berdoa dan berharap. Harapan adalah harapan," imbuhnya.
Baca Juga
Tim SAR Nepal dan China Berpacu Melacak Ribuan Korban Hilang Pascabencana Air Bah Himalaya
Perdana Menteri Balendra Shah menegaskan di hadapan parlemen bahwa proses pencarian korban akan terus dilanjutkan tanpa henti.
"Prioritas kami tetap jelas: Melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan kami, menemukan mereka yang masih hilang, dan terus mendukung semua orang yang terdampak," tegas Balendra Shah.
Operasi penyelamatan skala besar sedang berlangsung atau direncanakan di empat proyek hidroelektrik. Menurut Shahi, dua lokasi yang mencatat sekitar 90 orang hilang memberikan prospek tertinggi untuk menemukan korban selamat karena ketersediaan udara di dalam terowongan. Di proyek Trishuli-3A, para pejabat meyakini terdapat ruang kering di dalam terowongan dan mengandalkan pasokan oksigen yang mengalir, dengan pipa-pipa yang turut digunakan untuk menyalurkan oksigen ke dalam. Tim penyelamat khusus dari India, China, dan Amerika Serikat juga dilibatkan dalam upaya penyelamatan di dalam terowongan ini. Sementara itu, di seberang perbatasan wilayah Tibet, China meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 21 orang, dengan 541 orang lainnya masih terdaftar sebagai korban hilang.
Di Nepal, para penduduk berjalan di antara puing-puing desa dan kota yang dulunya ramai, berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dipertahankan. Di sisi lain, anak-anak di wilayah Nuwakot dan Rasuwa semakin menunjukkan gejala gangguan psikologis setelah menyaksikan trauma banjir bandang pekan lalu. Lembaga Save the Children dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa banyak anak merasa takut dan cemas setelah menyaksikan berbagai kejadian mengerikan, termasuk bus sekolah yang penuh dengan teman-teman mereka hanyut tersapu air, rumah-rumah mereka terendam, serta segala hal yang mereka sayangi terbawa arus banjir.
