Krisis Nepal Memanas: PM Oli Mundur, Militer Ambil Alih Keamanan di Tengah Aksi Protes
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Situasi politik di Nepal semakin memanas setelah Perdana Menteri Khadga Prasad Oli mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (9/9/2025) di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang menentang korupsi dan kebijakan pemerintah.
Protes yang dipicu oleh keputusan pemerintah melarang 26 platform media sosial itu berkembang menjadi gerakan luas yang menolak praktik korupsi dan salah urus pemerintahan. Pada Senin, bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan berujung tragis dengan 19 orang meninggal dunia serta sekitar 400 orang lainnya mengalami luka-luka.
Meski pemerintah mencabut larangan media sosial pada Senin malam, aksi protes terus berlanjut dan semakin meluas. Ribuan demonstran turun ke jalan di Kathmandu serta berbagai kota lain. Massa bahkan menyerang dan membakar sejumlah rumah milik pejabat senior, termasuk kediaman pribadi Oli di Balkot serta rumah milik Wakil Perdana Menteri Bishnu Paudel, Menteri Komunikasi Prithvi Subba Gurung, hingga mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak.
Diberitakan euronews.com, Rabu (10/9/2025), kerusuhan juga menyasar pusat pemerintahan Singha Durbar. Beberapa gedung di kompleks sekretariat utama pemerintah Nepal ikut dibakar. Tidak hanya itu, bandara internasional Tribhuvan di Kathmandu juga sempat diduduki massa, sehingga otoritas penerbangan terpaksa menghentikan sementara layanan penerbangan. Beberapa maskapai, termasuk Air India, IndiGo, dan Nepal Airlines, membatalkan jadwal penerbangan antara New Delhi dan Kathmandu.
Direktorat Hubungan Masyarakat dan Informasi Tentara Nepal menegaskan bahwa militer akan mengambil alih kendali keamanan mulai Selasa malam pukul 22.00 waktu setempat. “Beberapa kelompok telah mengambil keuntungan dari situasi sulit ini dan menyebabkan kerusakan parah terhadap warga sipil dan properti publik,” demikian pernyataan resmi militer yang menyerukan warga agar menahan diri dari tindakan destruktif.
India melalui Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi tersebut. “Kekerasan di Nepal sangat memilukan. Saya prihatin banyak anak muda kehilangan nyawa. Stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran Nepal sangat penting bagi kami. Saya dengan rendah hati mengimbau seluruh saudara-saudari di Nepal untuk mendukung perdamaian,” tulis Modi di platform X.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India meminta seluruh warganya untuk menunda perjalanan ke Nepal hingga situasi dinyatakan stabil. Warga negara India yang sudah berada di Nepal juga diminta tetap berada di tempat tinggal masing-masing, menghindari aktivitas luar ruangan, dan meningkatkan kewaspadaan.
Pihak berwenang Nepal kini memberlakukan jam malam di Kathmandu serta mengerahkan penuh aparat keamanan, termasuk tentara, untuk mengendalikan situasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan investigasi segera dan transparan atas tindakan represif aparat yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Gelombang protes yang didominasi generasi muda atau Gen Z ini menjadi salah satu krisis politik terbesar di Nepal dalam beberapa tahun terakhir. Meski Oli sudah mundur, massa tampaknya masih menuntut perubahan lebih besar dalam sistem pemerintahan yang dianggap sarat korupsi.

