Wall Street Bergerak Beragam, Dow Terus Melaju dan Cetak Rekor Baru
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (6/8/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah berkat kuatnya laporan keuangan emiten serta lonjakan saham Nvidia.
Dow Jones melaju 263,24 poin atau 0,49% menjadi 54.349,12, sekaligus mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut.
Sebaliknya, indeks S&P 500 turun 0,17% ke level 7.723,55 setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday baru. Nasdaq Composite melemah lebih dalam sebesar 0,83% menjadi 26.363,44 akibat tekanan pada saham-saham teknologi.
Baca Juga
Wall Street Pesta Rekor, Dow Jones Terbang Lebih dari 900 Poin
Penguatan Dow terutama didorong kenaikan lebih dari 3% saham Nvidia setelah CEO SpaceX Elon Musk menyatakan perusahaannya akan menggunakan prosesor Nvidia secara eksklusif untuk membangun infrastruktur komputasi kecerdasan buatan (AI).
Musk menyebut Nvidia memiliki "komputer AI terbaik" sehingga SpaceX akan mengandalkan teknologi perusahaan tersebut.
Namun demikian, saham SpaceX justru merosot lebih dari 13% setelah perusahaan untuk pertama kalinya melaporkan kinerja kuartalan sejak melantai di bursa pada Juni. Belanja modal perusahaan melonjak enam kali lipat menjadi US$18,4 miliar pada kuartal II, dengan sebagian besar dialokasikan untuk investasi AI.
Di sisi lain, produsen chip Advanced Micro Devices (AMD) turun sekitar 7% setelah laba yang disesuaikan hanya sedikit melampaui ekspektasi analis.
Sementara itu, Alphabet melemah sekitar 4% setelah mengumumkan restrukturisasi divisi AI serta pengunduran diri ilmuwan utamanya, Jeff Dean, setelah 27 tahun bergabung dengan perusahaan.
Ahli strategi investasi Baird, Ross Mayfield, mengatakan optimisme investor kembali menguat secara signifikan. "Semangat mengambil risiko benar-benar kembali dengan kuat. Besarnya kenaikan pasar dalam beberapa hari terakhir tergolong sangat jarang terjadi secara historis," ujar Mayfield, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Harapan Kesepakatan Hormuz Menguat, Harga Minyak Merosot Lebih dari 5%
Selain laporan keuangan, sentimen positif juga datang dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz di Timur Tengah.
Harga minyak bergerak relatif stabil setelah sehari sebelumnya turun tajam menyusul pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa Washington dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September ditutup turun 0,73% menjadi US$75,22 per barel, sementara Brent pengiriman Oktober naik tipis 0,11% menjadi US$79,45 per barel.

