Iran Perluas Serangan ke Negara Teluk
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Konflik di Timur Tengah memasuki babak yang lebih berbahaya setelah Iran memperluas sasaran serangan ke negara-negara Teluk Arab menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas pertahanan pantai Iran pada Jumat (05/06/2026). Menurut laporan CNN yang diperbarui Sabtu (06/06/2026), Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Kuwait dan Bahrain, sementara militer AS mengaku mencegat sejumlah rudal Iran yang mengarah ke kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Sebagai balasan, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyerang situs radar pengawasan maritim Iran di Pulau Qeshm dan Goruk, yang menurut Washington digunakan untuk mendukung serangan terhadap jalur pelayaran internasional.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan berhasil mencegat tujuh rudal balistik Iran yang memasuki wilayah udaranya pada Sabtu dini hari. Bahrain juga mengaku menghancurkan tiga rudal dan beberapa drone yang diluncurkan dari Iran. Serangan tersebut memicu kecaman keras dari negara-negara Arab. Arab Saudi menyebut tindakan Iran sebagai ancaman terhadap keamanan regional dan internasional, sementara Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, dan Yordania menilai serangan itu sebagai eskalasi berbahaya yang dapat menyeret kawasan ke konflik yang lebih luas.
Baca Juga
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata yang rapuh dan menunjukkan tidak adanya kemauan Washington untuk menurunkan ketegangan. Teheran menegaskan serangan balasan yang dilakukan pasukannya bersifat “proporsional dan defensif” terhadap agresi AS.
Di tengah meningkatnya ketegangan militer, upaya perdamaian antara Washington dan Teheran juga menemui jalan buntu. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada CNN bahwa pembicaraan damai tersendat karena AS belum menyetujui pencairan aset Iran senilai US$24 miliar yang selama ini dibekukan. Iran memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Baca Juga
Dampak Putusan Kongres AS Meloloskan 'War Powers Resolution' terhadap Perang Iran
Situasi semakin rumit karena konflik di Lebanon dan Gaza juga kembali memanas. Menurut Al Jazeera, serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan sejumlah personel militer Lebanon, sementara serangan udara di Gaza City menewaskan sedikitnya lima orang yang sedang menghadiri pesta pernikahan. Kombinasi konflik Iran-AS, ketegangan Israel-Lebanon, serta ancaman terhadap jalur energi strategis seperti Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb membuat pasar energi global tetap berada dalam kondisi siaga tinggi.
Para analis memperingatkan bahwa setiap eskalasi baru berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia, mendorong kenaikan harga energi, meningkatkan inflasi global, dan memperbesar tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia.

