Berkshire Hathaway Timbun Kas Hampir US$ 400 Miliar, Siapkan Amunisi di Tengah Perombakan Portofolio
Poin Penting
|
OMAHA, investortrust.id - Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang dimiliki Warren Buffett, mengumpulkan cadangan kas jumbo sebesar US$397,4 miliar, rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hal ini memberikan fleksibilitas besar bagi CEO baru Greg Abel untuk menyusun strategi investasi ke depan.
Baca Juga
Pendapatan Melonjak, Berkshire Hathaway Milik Warren Buffet Timbun Kas Rp 6.341 Triliun
Dikutip dari CNBC, Minggu (3/5/2026), lonjakan kas itu terjadi di tengah aksi jual saham bersih, dengan penjualan ekuitas mencapai sekitar US$24,1 miliar, lebih tinggi dibandingkan pembelian sekitar US$16 miliar pada kuartal tersebut.
Langkah ini mencerminkan pendekatan hati-hati Berkshire dalam menghadapi valuasi pasar yang dinilai kurang menarik, sekaligus membuka ruang untuk peluang akuisisi besar di masa depan.
Menurut analisis Bloomberg, penumpukan kas ini bukan sekadar defensif, tetapi juga strategis. “Berkshire sedang membangun ‘war chest’ untuk peluang besar berikutnya,” tulis Bloomberg.
Perubahan strategi ini juga terjadi di tengah dinamika internal, termasuk kepergian manajer investasi lama Todd Combs ke JPMorgan Chase pada akhir 2025, yang diduga memicu penyesuaian portofolio.
Pada akhir Maret, lima kepemilikan terbesar Berkshire meliputi saham Apple, American Express, Bank of America, The Coca-Cola Company, dan Chevron.
Menariknya, Abel juga menunjukkan komitmen pribadi dengan menginvestasikan seluruh gaji bersihnya sebesar US$15 juta untuk membeli saham Berkshire—dan berencana melakukannya setiap tahun selama menjabat.
“Ini sinyal kuat kepercayaan terhadap nilai jangka panjang perusahaan,” tulis Reuters dalam laporannya.
Ditopang Bisnis Asuransi
Kinerja keuangan Berkshire Hathaway menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal pertama 2026, ditopang kebangkitan bisnis asuransi. Ini menjadi laporan pertama sejak Greg Abel resmi menggantikan Warren Buffett sebagai CEO.
Baca Juga
Warren Buffett Siap Mundur, Greg Abel Ambil Alih CEO Berkshire Hathaway Akhir Tahun Ini
Laba operasional dari unit usaha—termasuk asuransi dan perkeretaapian—melonjak 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja paling mencolok datang dari underwriting asuransi yang naik 28,5% menjadi sekitar US$1,7 miliar.
Penguatan ini menunjukkan fondasi bisnis inti Berkshire tetap solid, bahkan di tengah transisi kepemimpinan. Abel menegaskan bahwa fokus perusahaan tetap pada efisiensi operasional dan penguatan lini bisnis utama.
Analis menilai rebound sektor asuransi menjadi sinyal penting. “Kinerja underwriting yang kuat menunjukkan disiplin risiko Berkshire tetap menjadi keunggulan kompetitif utama,” tulis Reuters.
Meski demikian, kinerja saham belum sepenuhnya mencerminkan fundamental tersebut. Sepanjang tahun berjalan, saham Berkshire turun sekitar 6%, tertinggal dari indeks S&P 500 yang naik 5,6%.
Baca Juga
Sejak Buffett memberi sinyal mundur pada Mei tahun lalu, kinerja saham bahkan tertinggal lebih dari 30 poin persentase dibanding indeks acuan.

