Laba Berkshire Hathaway Milik Warren Buffet Melonjak pada Q4-2024, Kas Capai Rekor $334 Miliar
NEW YORK, investortrust.id - Berkshire Hathaway melaporkan lonjakan besar dalam pendapatan kuartal keempat 2024 dari bisnis operasionalnya, yang sebagian besar didorong oleh sektor asuransi, sementara kepemilikan kasnya membengkak ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Perusahaan konglomerasi yang dipimpin oleh Warren Buffett ini menyatakan bahwa laba operasional, yang mencakup pendapatan dari bisnis yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan, melonjak 71% menjadi $14,527 miliar dalam tiga bulan terakhir tahun 2024. Lonjakan ini terutama dipicu oleh peningkatan luar biasa sebesar 302% dalam laba underwriting asuransi dari periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi $3,409 miliar. Pendapatan investasi asuransi melonjak hampir 50% menjadi $4,088 miliar.
Baca Juga
Dahsyat, Kapitalisasi Pasar Berkshire Hathaway Capai Rp 15.500 Triliun!
Pendapatan operasional meningkat 27% sepanjang tahun, mencapai $47,437 miliar. “Pada tahun 2024, Berkshire berkinerja lebih baik dari yang saya perkirakan meskipun 53% dari 189 bisnis operasional kami melaporkan penurunan laba. Kami mendapat manfaat dari peningkatan besar yang dapat diprediksi dalam pendapatan investasi karena imbal hasil Treasury Bill meningkat dan kami secara substansial menambah kepemilikan kami atas sekuritas jangka pendek yang sangat likuid ini,” beber Buffett, ketua dan CEO Berkshire, dalam surat tahunannya kepada pemegang saham, Sabtu (23/02/2025). Laba bisnis asuransi perusahaan dilaporkan meningkat signifikan, dipimpin kinerja GEICO.
Namun, Berkshire memperingatkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di California Selatan akan menyebabkan kerugian sebelum pajak sekitar $1,3 miliar untuk bisnis asuransinya.
Kas Melewati $330 Miliar
Berkshire Hathaway mengakhiri tahun 2024 dengan kas sebesar $334,2 miliar. Nilainya sekitar Rp 5.432 triliun, bila dihitung dengan kurs Rp 16.265 per dolar AS. Kas perusahaan naik dari $325,2 miliar pada akhir kuartal ketiga. Jumlah ini semakin menumpuk karena Buffett kesulitan menemukan target investasi besar berikutnya.
Baca Juga
Warren Buffett Tumpuk ‘Cash’ Lebih dari Rp 4.600 T Jelang Pemilu AS
Dalam surat tahunannya, Buffett berdalih terkait posisi kas yang besar ini.
“Meskipun beberapa komentator saat ini menganggap posisi kas Berkshire sebagai sesuatu yang luar biasa, sebagian besar uang Anda tetap diinvestasikan dalam ekuitas. Preferensi ini tidak akan berubah. Sementara kepemilikan kami dalam ekuitas yang dapat diperjualbelikan turun dari $354 miliar menjadi $272 miliar tahun lalu, nilai ekuitas yang kami kendalikan secara non-quoted meningkat sedikit dan tetap jauh lebih besar daripada nilai portofolio ekuitas yang dapat diperjualbelikan,” urainya.
Buffet menambahkan, pemegang saham Berkshire yakin bahwa perusahaan terus mengalokasikan sebagian besar dana mereka ke dalam ekuitas.

