Bursa Eropa Melemah Terseret Saham ‘Luxury’
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Rabu (15/4/2026), di tengah tekanan dari sektor barang mewah (luxury) serta ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
IMF : Perang Iran Pukul Ekonomi G7, Inggris Terdampak Paling Parah
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir turun lebih dari 0,4%, dengan mayoritas bursa utama dan sektor berada di zona merah. Sentimen investor tertekan oleh kombinasi kinerja perusahaan yang mengecewakan dan dinamika geopolitik global.
Saham perusahaan barang mewah menjadi pemberat utama, khususnya di Prancis. Kering mencatat penurunan tajam hingga 9,3%, menjadikannya saham dengan kinerja terburuk di indeks. Penurunan ini dipicu oleh penjualan merek andalannya, Gucci, yang meleset dari ekspektasi pasar.
Selain itu, Kering juga melaporkan penurunan pendapatan ritel di Timur Tengah sebesar 11% pada kuartal pertama, meskipun sempat mencatat pertumbuhan pada dua bulan awal tahun.
Tekanan juga dialami oleh Hermès International yang sahamnya anjlok 8,2%. Perusahaan tersebut menyebut fluktuasi mata uang sebagai faktor utama, dengan dampak negatif terhadap pendapatan sekitar €290 juta.
Saham LVMH dan Christian Dior turut melemah, memperkuat tekanan di sektor barang mewah Eropa.
Di sisi lain, sentimen global sebenarnya cenderung lebih positif. Pasar Asia-Pasifik menguat seiring turunnya harga minyak, didorong harapan solusi diplomatik konflik Timur Tengah. Di Wall Street, indeks utama menguat.
Baca Juga
Bursa Eropa Melemah Saat AS Mulai Blokade Hormuz, Pasar Dibayangi Lonjakan Harga Minyak
Pejabat Gedung Putih mengindikasikan bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas, meski belum ada jadwal resmi. Presiden Donald Trump bahkan menyebut pembicaraan lanjutan bisa terjadi dalam waktu dekat di Islamabad.
Laporan keuangan dari ASML, Hermès, dan Antofagasta turut menjadi sorotan pasar pada hari tersebut.

