Presiden Trump Serang Paus Leo, Unggah Gambar “AI Yesus” Picu Kontroversi Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Gereja Katolik Pope Leo XIV memanas di tengah konflik geopolitik global, setelah Trump mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai figur Yesus, serta melontarkan kritik keras terhadap Paus terkait perang Iran.
Laporan ABC News yang ditulis Brad Ryan dan dipublikasikan pada Selasa, (14/4/20216), menyebutkan bahwa unggahan tersebut memicu gelombang kritik luas, termasuk dari kalangan Kristen dan sebagian pendukung politik Trump sendiri. Gambar yang diunggah di platform Truth Social itu memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih dan menyentuh pasien di ranjang rumah sakit, menyerupai ikonografi Yesus.
Unggahan tersebut muncul tak lama setelah Trump secara terbuka menyerang Paus Leo XIV melalui media sosial. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Paus “lemah dalam penanganan kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri,” terutama karena sikap Vatikan yang menentang perang terhadap Iran. Konten tersebut kemudian dihapus, dan Trump mengklaim bahwa gambar itu bukan dimaksudkan sebagai representasi Yesus, melainkan dirinya sebagai seorang dokter.
Ketegangan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mencerminkan perbedaan tajam dalam sikap terhadap konflik global. Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi tekanan politik dari Washington dan akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 13 April 2026, sebagai respons langsung terhadap serangan verbal Trump.
Dukungan terhadap Paus datang dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Meloni menyatakan bahwa pemimpin Gereja Katolik memiliki hak untuk menyerukan perdamaian dan mengutuk segala bentuk peperangan. Namun, pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari Trump, yang menyebut sikap Meloni “tidak dapat diterima” dan menilai pemimpin Italia tersebut telah berubah.
Informasi senada juga dilaporkan oleh Reuters dan BBC News, yang menyoroti meningkatnya ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan di tengah konflik Timur Tengah. Media-media tersebut mencatat bahwa kritik Trump terhadap Paus merupakan bagian dari dinamika politik yang lebih luas, terutama terkait posisi moral dan diplomatik Gereja Katolik terhadap perang Iran.
Kontroversi ini juga memicu perdebatan internal di kalangan religius di Amerika Serikat, khususnya di antara komunitas evangelis yang selama ini menjadi basis dukungan Trump. Sejumlah tokoh Kristen menganggap penggunaan simbol religius dalam konteks politik sebagai tindakan yang tidak pantas dan berpotensi merusak nilai-nilai keagamaan.
Dengan konflik Iran yang belum mereda dan perbedaan pandangan antara kekuatan politik dan moral global semakin tajam, polemik antara Trump dan Paus Leo XIV menjadi cerminan bagaimana isu geopolitik kini juga merambah ruang-ruang sensitif seperti agama dan simbol keimanan.

