Wall Street Bangkit Ditopang Saham Teknologi, S&P 500 dan Nasdaq Melesat di Atas 1%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat berbalik menguat tajam pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (14/4/2026) WIB. Indeks S&P 500 melonjak 1,02% ke level 6.886,24 - penutupan tertinggi sejak sebelum konflik dimulai. Sedangkan, Nasdaq naik 1,23% menjadi 23.183,74 dan Dow Jones menguat 301 poin berakhir di 48.218,25. Dow sempat anjlok lebih dari 400 poin di awal sesi.
Baca Juga
Bursa Eropa Melemah Saat AS Mulai Blokade Hormuz, Pasar Dibayangi Lonjakan Harga Minyak
Indeks S&P 500 berhasil menghapus seluruh kerugian sejak pecahnya perang Iran. Saham teknologi menjadi motor penggerak utama. Perusahaan seperti Oracle Corporation melonjak hampir 13%, sementara Palantir Technologies naik lebih dari 3%.
Optimisme pasar dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang mengindikasikan adanya peluang negosiasi baru. Ia menyebut pihak Iran telah menghubungi AS dan menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.
Namun, di balik reli tersebut, risiko geopolitik tetap tinggi. Blokade Selat Hormuz resmi berlaku, meski militer AS menyatakan tidak akan mengganggu kapal yang menuju pelabuhan non-Iran.
Perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dengan Wakil Presiden JD Vance menyebut Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya. Iran, di sisi lain, menuntut kendali atas Selat Hormuz, reparasi perang, dan pencairan aset yang dibekukan.
Harga minyak tetap tinggi di tengah ketidakpastian. Minyak WTI naik 2,6% ke $99,08 per barel, sementara Brent naik 4,37% ke $99,36 per barel.
Menurut laporan, mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki akan melanjutkan pembicaraan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan kembali opsi serangan militer.
Clark Bellin dari Bellwether Wealth menyatakan investor kini kembali menilai ulang valuasi saham di tengah ketidakpastian konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Para investor kini kembali ke titik awal untuk menilai kembali nilai wajar saham karena jelas bahwa konflik di Timur Tengah belum akan berakhir. Selat Hormuz sangat penting bagi harga minyak dan sentimen pasar secara keseluruhan, dan jelas akan ada lebih banyak gertakan di jalur air ini antara AS dan Iran minggu ini,” urai Clark Bellin, presiden dan kepala investasi di Bellwether Wealth, seperti dikutip CNBC.
Harapan akan berakhirnya perang sempat membantu ketiga indeks acuan utama mencatatkan kinerja terbaik sejak November, setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran. S&P 500 naik 3,6% minggu lalu, sedangkan Nasdaq melonjak sekitar 4,7% dan Dow naik 3%.
Baca Juga
Wall Street Melesat Dipicu Gencatan Senjata AS-Iran, Dow Terbang Lebih 1.300 Poin
BlackRock telah meningkatkan prospeknya untuk ekuitas AS, dengan mengatakan bahwa dampak makro yang “terkendali” dari perang serta pendapatan perusahaan yang solid dapat menciptakan lahan subur untuk keuntungan di masa depan.
Meski demikian, sentimen pasar tetap ditopang oleh harapan bahwa dampak ekonomi dari perang masih dapat dikendalikan. BlackRock bahkan meningkatkan prospek saham AS, didukung fundamental laba perusahaan yang solid.

