Penguatan Fundamental VKTR dan Validasi Presiden Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah analis pasar modal menilai peresmian pabrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) di Magelang oleh Presiden Prabowo pada Kamis (9/4/2026) menjadi validasi kuat atas posisi perseroan sebagai pemain utama hilirisasi kendaraan listrik komersial di Indonesia. Dengan katalis tersebut, target harga saham VKTR diperkirakan berpeluang menembus level 1.300.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Azharys Hardian menyebutkan, adanya jaminan pesanan 80 unit bus Transjakarta serta rencana ekspansi ke segmen truk dan kendaraan khusus memperlihatkan fundamental bisnis VKTR yang solid. Selain itu, dukungan regulasi dinilai semakin memperkuat peluang perseroan untuk mendominasi pasar domestik.
“Secara teknikal, saham VKTR memperlihatkan momentum rebound sejalan dengan penguatan IHSG, menguatnya grup Bakrie, serta sentimen positif dari ekspansi pabrik tersebut. Dengan kapasitas produksi yang meningkat dan ekosistem kemitraan BUMN yang luas, target potensial menuju level 1.100,” katanya kepada investortrust.id, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, saham VKTR telah naik lebih dari 50% menjadi Rp 1.035 hingga penutupan 13 April 2026, dengan kenaikan year to date (ytd) sebesar 4,04%. Sejak peresmian fasilitas kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), saham VKTR tercatat melonjak 13,8% hingga Senin (13/4/2026).
Baca Juga
Prabowo Harap VKTR Jadi National Champion, Setara Isuzu dan Hyundai
Senada, pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai, peresmian pabrik kendaraan listrik VKTR di Magelang oleh Prabowo Subianto menjadi katalis positif yang cukup kuat bagi prospek perseroan ke depan.
“Hal ini mencerminkan adanya dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik, khususnya di segmen komersial seperti bus dan truk,” ujarnya.
Dari sisi bisnis, Elandry menilai VKTR berada pada posisi menarik karena beroperasi di pasar B2B yang masih relatif “blue ocean” di Indonesia. Potensi permintaan datang dari transportasi publik, logistik, hingga kebutuhan armada korporasi, sehingga ruang pertumbuhan dinilai masih sangat besar. Prospek tersebut semakin terbuka apabila didukung kebijakan dekarbonisasi dan upaya pengurangan impor BBM yang terus didorong pemerintah.
Namun demikian, dari sisi kinerja, VKTR masih berada pada tahap awal pengembangan sehingga pendapatan dan profitabilitasnya belum stabil. Hal ini terjadi karena bisnis perseroan masih bergantung pada proyek dan pesanan dalam jumlah besar, terutama dari pemerintah maupun BUMN.
“Artinya, meskipun story bisnisnya kuat, pasar masih menunggu realisasi konkret berupa kontrak, peningkatan utilisasi pabrik, serta pertumbuhan order book sebelum memberikan valuasi lebih tinggi secara berkelanjutan,” tuturnya.
Dari sisi pergerakan saham, Elandry menilai sentimen peresmian pabrik dinilai berpotensi mendorong penguatan penguatan harga saham karena bersifat “news driven”.
“Untuk jangka menengah hingga panjang, arah saham VKTR akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengonversi momentum ini menjadi pendapatan dan laba riil. Secara keseluruhan, VKTR dapat dikategorikan sebagai saham dengan prospek pertumbuhan tinggi, tetapi juga disertai risiko karena masih bertumpu pada eksekusi bisnis ke depan,” tandasnya.
Rebound Kuat
Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono menjelaskan, secara teknikal saham VKTR tengah berada dalam fase rebound kuat setelah sebelumnya mengalami konsolidasi di area bawah.
“Grafik menunjukkan harga berhasil bertahan di atas Moving Average (MA) 50 dan MA 100, yang menandakan tren jangka menengah hingga panjang mulai berubah menjadi bullish,” jelasnya kepada Investortrust.id.
Indikator relative strength index (RSI) 14 berada di level 63,1, mencerminkan momentum beli yang kuat namun belum memasuki area jenuh beli (overbought), sehingga masih membuka ruang penguatan lanjutan.
Target harga terdekat berdasarkan pola historis dan proyeksi analis berada di kisaran Rp 1.070 hingga Rp 1.150 untuk jangka pendek-menengah.
“Jika momentum kenaikan ini didukung oleh volume transaksi yang tinggi, tidak menutup kemungkinan harga akan menguji kembali level all-time high,” tambahnya.
Secara teknikal, level support penting berada di Rp 875 sebagai area MA50 dan Rp 785 sebagai MA100. Sementara itu, resistance terdekat di Rp 1.100 dan resistance lanjutan di Rp 1.340.
“Dengan beroperasinya pabrik Magelang, VKTR kini memiliki fundamental yang lebih solid untuk mendukung valuasi saham. Investor akan mencermati realisasi pengiriman unit bus pada laporan keuangan kuartal berikutnya sebagai konfirmasi efektivitas produksi,” ujarnya.
Dorong Efisiensi
Pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR di Magelang resmi beroperasi komersial pada Kamis (9/4/2026). Fasilitas ini diyakini mampu menciptakan efisiensi biaya produksi dan mendorong arus kas ke arah positif.
Menurut Wahyu Tri Laksono, peresmian tersebut menandai transisi penting dari fase investasi menuju komersialisasi skala penuh.
“Peresmian pabrik menunjukkan adanya transisi dari fase investasi ke fase komersialisasi, terutama dengan beroperasinya fasilitas baru di Magelang,” ujarnya.
Peresmian fasilitas oleh Prabowo Subianto pada April 2026 menjadi katalis fundamental utama, sekaligus mendukung target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60–80% pada 2028.
Dengan produksi lokal, VKTR dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam memenangi tender pengadaan kendaraan listrik pemerintah dan BUMN karena harga yang lebih kompetitif dibandingkan unit impor.
Sentimen positif juga datang dari kemitraan strategis dengan Transjakarta dan Blue Bird, yang berpotensi menciptakan pendapatan berulang (recurring revenue). Rencana elektrifikasi 10.000 bus oleh Transjakarta dinilai menjadi peluang besar bagi VKTR.
Selain itu, pesanan dari pemerintah daerah di Jawa Tengah menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik komersial mulai berkembang di luar Jakarta.
Meski demikian, risiko tetap ada, terutama terkait volatilitas harga bahan baku baterai dan ketergantungan pada kebijakan subsidi pemerintah.
Berdasarkan laporan keuangan trailing twelve months (TTM), VKTR mencatat pendapatan sebesar Rp 1,08 triliun. Meski masih membukukan rugi bersih sekitar Rp 11 miliar, kerugian tersebut mulai menyusut seiring efisiensi produksi.
Margin laba kotor yang mencapai Rp 197 miliar menunjukkan model bisnis yang sehat secara operasional. Dengan total ekuitas sebesar Rp 1,24 triliun, VKTR dinilai memiliki ruang untuk beralih ke fase arus kas positif.
“Pengurangan biaya impor suku cadang melalui substitusi komponen lokal akan menjadi kunci dalam memperbaiki laba bersih ke depan,” kata Wahyu.
Pemerintah Dukung Penuh
Dalam peresmian pabrik di Magelang, Presiden Prabowo Subianto berharap VKTR dapat terus berkembang hingga menjadi national champion di sektor otomotif. Dengan demikian, VKTR dapat setara dengan Isuzu dan Hino dari Jepang atau Hyundai dan Daewoo dari Korea Selatan (Korsel).
"Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo. Saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai champion, salah satu champion dari Indonesia," kata Prabowo.
Kepala Negara memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan VKTR dan industri otomotif nasional. Prabowo meminta VKTR dan para pelaku usaha menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat diselesaikan bersama-sama.
"Saya terus akan memantau progres saudara. Kalau ada kesulitan-kesulitan, saudara punya banyak jalur. Sampaikan, kita akan selesaikan karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting," katanya.
Presiden Prabowo juga memuji Komisaris Utama VKTR Anindya N Bakrie dalam menamai seri kendaraan listrik VKTR. Hal ini lantaran terdapat seri bus listrik VKTR yang menggunakan nama Tidar dan Lokon. Sebagaimana diketahui, VKTR meluncurkan lima seri dengan nama gunung di Indonesia, yakni Arjuno, Ijen, Tidar, Carstenz, Tidar dan Lokon.
Gunung Tidar yang dijuluki Paku Tanah Jawa merupakan lokasi Akademi Militer (Akmil) yang menjadi awal karier Prabowo di dunia militer. Sementara itu, Gunung berada di Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan kampung halaman sang ibunda.
"Kalian pilih nama seri Gunung Tidar. Kebetulan waktu muda saya dibesarkan di Lembah Tidar. Banyak kenangan saya di Tidar ini. Banyak kenangan saya di Magelang. Apalagi saudara pilih nama lagi seri kedua Lokon. Ibu saya dari Minahasa, jadi Gunung Lokon itu sangat terkenal di Minahasa," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, masih banyak gunung di Indonesia yang bisa dipilih Anindya Bakrie dan jajaran VKTR untuk menamai seri kendaraan listrik mereka. Namun, Prabowo memuji Anindya Bakrie memilih nama Tidar dan Lokon yang memiliki nilai historis baginya.
"Ini intel-nya Pak Anin sangat bagus. Dia bisa pilih Gunung Kerinci, bisa pilih Semeru. Dia pilih Tidar dan Lokon. Ini harus didukung," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Dua Gagasan Utama
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, VKTR atau yang biasa juga disebut Vektor, dibangun di atas dua gagasan utama, yakni dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi.
Anin sapaan akrabnya menegaskan bahwa upaya menuju target net zero emission 2060 serta penguatan ketahanan energi melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM), merupakan keniscayaan strategis bagi Indonesia.
“Bapak Presiden (Prabowo) selalu mengajarkan kita bahwa sejarah pembangunan seringkali krisis justru menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar,” ujar Anin.
Lebih lanjut, Anin menilai bahwa pembangunan industri seringkali justru menemukan momentum dalam situasi krisis. Oleh karena itu, VKTR hadir untuk melanjutkan perjalanan panjang industri otomotif nasional yang telah dirintis sejak era Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada 1975, serta dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie lewat Bakrie Motor pada 1997, meski sempat terhenti akibat krisis ekonomi.
“Kali ini Vektor melanjutkan perjalanan tersebut, dari komponen menjadi kendaraan utuh, dan dari masa lalu dengan bensin menjadi elektrik,” kata Anin.
Baca Juga
Intip Testimoni Pengguna Bus Listrik VKTR di Layanan Transjakarta
Anin menjelaskan, VKTR memilih fokus pada pengembangan bus dan truk listrik karena dinilai mampu menjadi pengungkit utama bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain itu, elektrifikasi kendaraan komersial juga berpotensi menghemat subsidi BBM hingga mencapai 5 miliar dolar AS per tahun.
“Kami ingin melaporkan bahwa kami memilih bus dan truk listrik karena memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," ujar Anin
Dari sisi industri, lanjut Anin, VKTR juga berkomitmen meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang saat ini telah mencapai 40 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 60 persen pada tahun ini serta 80 persen pada 2028.
"Kami melihat, kami juga percaya bahwa dengan kekuatan mandiri kita bisa meningkatkan TKDN," tegas Anin.
Lebih jauh, Anin menambahkan bahwa pengalaman negara lain seperti Jepang menunjukkan pengembangan industri otomotif kerap dimulai dari kendaraan komersial sebelum beralih ke kendaraan penumpang.
"Dari sejarah negara lain di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil," ujar Anin.
Lahirkan 14 Hak Cipta
Selain itu, Anin mengungkapkan bahwa VKTR juga mendukung pengembangan ekosistem green mobility secara menyeluruh, termasuk penyediaan infrastruktur pengisian daya listrik (charging station) serta kontribusi terhadap program waste to energy melalui pengembangan dump truck compactor tertutup yang direncanakan digunakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.
"Kami melihat bahwa ke depannya semua bersama-sama dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai 100 gigawatt tersebut," terang Anin.
Dalam aspek teknologi, VKTR juga menargetkan diri menjadi perusahaan berbasis inovasi dengan kepemilikan 14 hak cipta yang dikembangkan bersama sejumlah universitas di Indonesia, termasuk teknologi retrofit kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.
"Mudah-mudahan harapan kami, kami bisa mendapat dukungan supaya regulasi dan peraturan pemerintah bisa mendorong supaya tingkat komponen dalam negeri bisa ditegakkan dan juga bisa memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik di swasta maupun di BUMN," tutur Anin.
Fasilitas VKTS yang berdiri di atas kawasan industri Magelang ini merupakan pabrik perakitan bus listrik dan truk listrik pertama di Indonesia yang dilengkapi fasilitas pengujian menyeluruh dan lengkap berstandar internasional. Yakni, mencakup road test, climb test, rain test, dan flood test. Pabrik ini menjadi wujud nyata investasi senilai Rp5 triliun yang ditanamkan Bakrie Group melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dalam industri hijau nasional.
Dalam pengembangan bisnisnya, VKTR telah menjalin kemitraan dengan sejumlah karoseri nasional seperti Tri Sakti, Laksana, Adiputro, Tentrem, dan Mekar Armada Jaya, serta mitra pelanggan strategis termasuk PT Transjakarta yang memiliki visi mengelektrifikasi 10.000 unit busnya dan PT Blue Bird Tbk. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga telah mempercayakan VKTR untuk mengelektrifikasi 14 unit truk compactor dan arm-roll untuk pengelolaan sampah. Uji coba kendaraan listrik juga tengah berjalan bersama PT Semen Indonesia Logistik dan Perhutani.
Di bidang inovasi, kerja sama VKTR dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah menghasilkan 14 hak cipta bersama yang mencakup berbagai aspek mobilitas listrik, mulai dari solusi retrofit sepeda motor hingga sistem manajemen armada cerdas. Kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melahirkan dua hak cipta bersama tentang formulasi material baterai berbasis nikel yang mendukung hilirisasi nikel di Indonesia.

