Intip Testimoni Pengguna Bus Listrik VKTR di Layanan Transjakarta
JAKARTA, investortrust.id — Pengguna bus listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) di layanan Transjakarta membagikan pengalaman mereka terkait kenyamanan, tarif, hingga aspek keamanan selama menggunakan transportasi tersebut. Secara umum, mereka menilai layanan sudah nyaman dan terjangkau, meski masih ada beberapa catatan untuk perbaikan.
Aisyah (26), seorang wartawan yang tinggal di Bojonggede, Bogor mengaku cukup sering menggunakan bus listrik Transjakarta, khususnya di koridor 9 (Pinang Ranti—Pluit) untuk giat liputannya.
Ia menilai perjalanan dengan bus listrik VKTR terasa nyaman. “Sering. Nyaman sih, nggak bikin mual,” kata Aisyah saat ditemui di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Menurut dia, kebersihan dan pelayanan petugas juga menjadi nilai tambah. “Bersih banget dan semua petugasnya sangat helpful,” ucap Aisyah.
Dirinya juga menilai tarif Transjakarta masih ramah di kantong. “Sangat terjangkau, cuma Rp 3.500 bisa keliling Jakarta,” tandas Aisyah.
Meski begitu, Aisyah memberikan saran agar pengaturan suhu air conditioner (AC) bisa lebih disesuaikan dengan kondisi cuaca. “Sarannya mungkin suhu AC-nya bisa disesuaikan ya kalau pas hujan gitu karena dingin banget,” tutur dia.
Ulasan lain datang dari seorang divisi legal di perusahaan swasta, Theo Sifra A (27) yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat. Dia mengaku rutin menggunakan Transjakarta dengan berbagai rute, seperti koridor 1, 1A, 3F, 3, 9, 2, 2A, 10H, hingga T31.
Theo menilai kondisi di dalam bus cukup nyaman, namun kepadatan masih terjadi saat jam pulang kerja. “Kondisi nyaman, tapi jika jam pulang kantor terkadang desak-desakan dan terkadang driver suka terlalu cepat dan tidak menunggu penumpang yang akan naik bus,” kata Theo.
Ia pun menilai pelayanan dan kebersihan sudah baik. Namun, Theo menyoroti aspek keamanan di dalam bus. “Untuk pelayanan sudah bagus, kebersihan sudah bagus, tapi masih sering terjadi penumpang yang kecopetan,” imbuh dia.
Theo berharap keamanan dapat ditingkatkan agar penumpang merasa lebih aman selama perjalanan. “Meningkatkan keamanan dalam bus untuk meminimalisir kejahatan,” kata dia.
Terpisah, Presiden Prabowo Subianto memuji Komisaris Utama VKTR Anindya N Bakrie dalam menamai seri kendaraan listrik VKTR. Hal ini lantaran terdapat seri bus listrik VKTR yang menggunakan nama Tidar dan Lokon.
Sebagaimana diketahui, VKTR meluncurkan lima seri dengan nama gunung di Indonesia, yakni Arjuno, Ijen, Tidar, Carstenz, Tidar dan Lokon.
Gunung Tidar yang dijuluki Paku Tanah Jawa merupakan lokasi Akademi Militer (Akmil) yang menjadi awal karier Prabowo di dunia militer. Sementara itu, Gunung berada di Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan kampung halaman sang ibunda.
"Kalian pilih nama seri Gunung Tidar. Kebetulan waktu muda saya dibesarkan di Lembah Tidar. Banyak kenangan saya di Tidar ini. Banyak kenangan saya di Magelang. Apalagi saudara pilih nama lagi seri kedua Lokon. Ibu saya dari Minahasa, jadi Gunung Lokon itu sangat terkenal di Minahasa," kata Prabowo dalam sambutannya saat peresmian pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Kamis (9/4/2026).
Prabowo mengatakan, masih banyak gunung di Indonesia yang bisa dipilih Anindya Bakrie dan jajaran VKTR untuk menamai seri kendaraan listrik mereka. Namun, Prabowo memuji Anindya Bakrie memilih nama Tidar dan Lokon yang memiliki nilai historis baginya.
"Ini intel-nya Pak Anin sangat bagus. Dia bisa pilih Gunung Kerinci, bisa pilih Semeru. Dia pilih Tidar dan Lokon. Ini harus didukung," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam kesempatan ini, Prabowo Subianto berharap VKTR dapat terus berkembang hingga menjadi national champion di sektor otomotif. Dengan demikian, VKTR dapat setara dengan Isuzu dan Hino dari Jepang atau Hyundai dan Daewoo dari Korea Selatan (Korsel).
"Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo. Saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai champion, salah satu champion dari Indonesia," kata Prabowo.
Kepala Negara memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan VKTR dan industri otomotif nasional. Prabowo meminta VKTR dan para pelaku usaha menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat diselesaikan bersama-sama.
"Saya terus akan memantau progres saudara. Kalau ada kesulitan-kesulitan, saudara punya banyak jalur. Sampaikan, kita akan selesaikan karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting," katanya.
Dua Gagasan Utama
Komisaris Utama PT
VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, VKTR atau yang biasa juga disebut Vektor, dibangun di atas dua gagasan utama, yakni dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi.
Anin sapaan akrabnya menegaskan bahwa upaya menuju target net zero emission 2060 serta penguatan ketahanan energi melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM), merupakan keniscayaan strategis bagi Indonesia.
“Bapak Presiden (Prabowo) selalu mengajarkan kita bahwa sejarah pembangunan seringkali krisis justru menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar,” ujar Anin.
Lebih lanjut, Anin menilai bahwa pembangunan industri seringkali justru menemukan momentum dalam situasi krisis. Oleh karena itu, VKTR hadir untuk melanjutkan perjalanan panjang industri otomotif nasional yang telah dirintis sejak era Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada 1975, serta dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie lewat Bakrie Motor pada 1997, meski sempat terhenti akibat krisis ekonomi.
“Kali ini Vektor melanjutkan perjalanan tersebut, dari komponen menjadi kendaraan utuh, dan dari masa lalu dengan bensin menjadi elektrik,” kata Anin.
Anin menjelaskan, VKTR memilih fokus pada pengembangan bus dan truk listrik karena dinilai mampu menjadi pengungkit utama bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain itu, elektrifikasi kendaraan komersial juga berpotensi menghemat subsidi BBM hingga mencapai 5 miliar dolar AS per tahun.
“Kami ingin melaporkan bahwa kami memilih bus dan truk listrik karena memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," ujar Anin
Dari sisi industri, lanjut Anin, VKTR juga berkomitmen meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang saat ini telah mencapai 40 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 60 persen pada tahun ini serta 80 persen pada 2028.
"Kami melihat, kami juga percaya bahwa dengan kekuatan mandiri kita bisa meningkatkan TKDN," tegas Anin.
Lebih jauh, Anin menambahkan bahwa pengalaman negara lain seperti Jepang menunjukkan pengembangan industri otomotif kerap dimulai dari kendaraan komersial sebelum beralih ke kendaraan penumpang.
"Dari sejarah negara lain di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil," ujar Anin.
Lahirkan 14 Hak Cipta
Selain itu, Anin mengungkapkan bahwa VKTR juga mendukung pengembangan ekosistem green mobility secara menyeluruh, termasuk penyediaan infrastruktur pengisian daya listrik (charging station) serta kontribusi terhadap program waste to energy melalui pengembangan dump truck compactor tertutup yang direncanakan digunakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.
"Kami melihat bahwa ke depannya semua bersama-sama dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai 100 gigawatt tersebut," terang Anin.
Dalam aspek teknologi, VKTR juga menargetkan diri menjadi perusahaan berbasis inovasi dengan kepemilikan 14 hak cipta yang dikembangkan bersama sejumlah universitas di Indonesia, termasuk teknologi retrofit kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.
"Mudah-mudahan harapan kami, kami bisa mendapat dukungan supaya regulasi dan peraturan pemerintah bisa mendorong supaya tingkat komponen dalam negeri bisa ditegakkan dan juga bisa memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik di swasta maupun di BUMN," tutup Anin.
Fasilitas VKTS yang berdiri di atas kawasan industri Magelang ini merupakan pabrik perakitan bus listrik dan truk listrik pertama di Indonesia yang dilengkapi fasilitas pengujian menyeluruh dan lengkap berstandar internasional. Yakni, mencakup road test, climb test, rain test, dan flood test. Pabrik ini menjadi wujud nyata investasi senilai Rp5 triliun yang ditanamkan Bakrie Group melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dalam industri hijau nasional.
Dalam pengembangan bisnisnya, VKTR telah menjalin kemitraan dengan sejumlah karoseri nasional seperti Tri Sakti, Laksana, Adiputro, Tentrem, dan Mekar Armada Jaya, serta mitra pelanggan strategis termasuk PT Transjakarta yang memiliki visi mengelektrifikasi 10.000 unit busnya dan PT Blue Bird Tbk. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga telah mempercayakan VKTR untuk mengelektrifikasi 14 unit truk compactor dan arm-roll untuk pengelolaan sampah. Uji coba kendaraan listrik juga tengah berjalan bersama PT Semen Indonesia Logistik dan Perhutani.
Di bidang inovasi, kerja sama VKTR dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah menghasilkan 14 hak cipta bersama yang mencakup berbagai aspek mobilitas listrik, mulai dari solusi retrofit sepeda motor hingga sistem manajemen armada cerdas. Kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melahirkan dua hak cipta bersama tentang formulasi material baterai berbasis nikel yang mendukung hilirisasi nikel di Indonesia.

