BRIvolution, Transformasi Lanjutan untuk Perkuat Daya Saing
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nakhoda baru PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Hery Gunardi langsung bikin gebrakan. Situasi perekonomian terkini yang turut menekan bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM) – yang menjadi backbone bisnis bank tersebut, membuat dia mendesain transformasi lanjutan untuk mengakselerasi kinerja.
Mengusung konsep BRIvolution Initiatives, Hery Gunardi menyebut strategi tersebut menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder BRI. “Transformasi ini bukan sekadar perubahan sistem, tapi juga perubahan cara berpikir,” tegas Hery, mantan Dirut Bank BSI saat peluncuran BRIvolution Initiatives Phase 1 pada 3 Juli 2025 lalu.
Fokus utama perseroan adalah menjalankan transformasi di berbagai aspek bisnis dan operasional. Strategi ini merupakan komitmen BRI untuk tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan inklusif, sekaligus menjawab tantangan serta peluang di seluruh segmen pasar.
BRIvolution ditandai dengan dimulainya implementasi lima inisiatif strategis, yang masing-masing dirancang untuk menjawab tantangan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan organisasi. Kelima inisiatif strategis tersebut adalah implementasi Area Head, Commercial Business Center, New Sales Coverage Model, Joint Financing, dan Remodelling Mantri.
Sebelumnya, BRI telah sukses menjalankan transformasi digital. Salah satu hasil yang gemilang adalah super app BRImo yang diluncurkan pada Februari 2019, dan kini sukses menggaet 42,7 juta pelanggan per Juni 2025, atau tumbuh 21,2% (yoy).
Dengan lebih dari 100 fitur atraktif yang disematkan, BRImo bukan sekadar mobile banking. Tapi telah menjelma sebagai superapps terintegrasi dengan berbagai layanan keuangan, mulai dari transaksi sehari-hari, pembukaan rekening digital, hingga fitur investasi, dan pembayaran tagihan. “Inovasi yang kami hadirkan bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja untuk mencapai tujuan menjadi universal banking,” ujar Hery Gunardi.
Di jajaran empat bank papan atas, akuisisi pengguna dan transaksi BRImo tumbuh paling cepat dalam periode empat tahun (2019-2023). Dari nilai transaksi, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) BRImo melonjak 206,58%. Sedangkan BCA Mobile 36,35%, Livin Mandiri 46,67%, dan BNI Mobile Banking 47,23%.
Untuk jumlah transaksi, rata-rata pertumbuhan tahunan BRImo sebesar 163,22%, sedangkan tiga kompetitornya antara 52-69%. Adapun untuk jumlah pengguna, BRImo tumbuh 78,13% per tahun, sementara tiga pesaingnya di kisaran 25-52%.
Bukan hanya itu, nilai tambah lain BRImo adalah bisa terkoneksi dengan QRIS antarnegara, yang dapat digunakan di sejumlah negara ASEAN, termasuk Singapura. QRIS lintas negara merupakan tonggak penting dalam integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital, yang berpotensi menciptakan peluang bisnis baru dan memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.
Fondasi Transformasi Digital
Sukses BRImo tidak dibangun dalam satu malam. BRI merintis digitalisasi sejak lama, dan diakselerasi semasa kepemimpinan Sunarso. BRI meletakkan fondasi transformasi digital yang berfokus pada tiga inisiatif strategis. Yaitu membangun resiliensi sistem teknologi yang dikembangkan, implementasi open banking, dan menginisiasi program BRIBrain yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Selain itu, transformasi digital BRI mengacu pada tiga kerangka dasar utama. Pertama, digitalisasi proses bisnis dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan berfokus pada efisiensi, sebagaimana tercermin pada aplikasi super app BRImo, BRISpot, dan BRILink.
Kedua, ekosistem digital, yang ditempuh dengan menyiapkan platform-platform digital agar BRI masuk ke dalam bisnis ekosistem value chain sebagai sumber pertumbuhan baru untuk dana murah, pendapatan berbasis komisi (fee based income), dan nasabah baru.
Kerangka dasar ketiga adalah new digital propositions, di mana BRI melakukan inovasi financial technology dengan pendekatan digital penuh dan model bisnis baru dengan sasaran memberikan layanan kepada nasabah lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien.
Salah satu kunci sukses digitalisasi BRI adalah terobosan dalam menyinergikan dan mengombinasikan platform dan infrastruktur yang dimiliki. Dalam konteks itu, BRI mengintroduksi strategi hybrid bank, yakni menggabungkan layanan digital BRImo dan para agen BRILink.
Tugas agen BRILink adalah mendampingi nasabah dalam mengakses layanan digital BRI. Selama Januari-Mei 2025, 1,2 juta agen BRILink yang tersebar di 67.013 desa di seluruh Indonesia mampu membukukan 443 juta transaksi. Peran armada Agen BRILink terhadap pendapatan non-bunga (Fee Based Income) sangat signifikan, sebesar Rp 643 miliar sepanjang periode tersebut.
Transformasi digital telah membawa dampak besar bagi BRI karena dapat memberikan layanan keuangan yang lebih personal, lebih berkualitas, efisien, cepat, dan aman, juga mensimplifikasi proses administratif. Digitalisasi mendorong perusahaan mengerahkan talenta-talenta digital terbaiknya untuk terus menciptakan inovasi agar mampu menciptakan produk yang sesuai tuntutan pasar. Selain itu, digitalisasi mampu mengubah budaya perusahaan ke arah yang jauh lebih baik, efisien, dan kompetitif.
Transformasi digital BRI menjadi bagian dari strategi BRI untuk memberikan layanan perbankan hingga ke berbagai wilayah, termasuk pelosok dan daerah 3 T. Konsep itu sejalan dengan visi utama BRI menjadi The Most Valuable Banking group in Southeast Asia & Champian of Financial Inclusion.
Baca Juga
BRI Peduli Gaungkan Semangat Kemerdekaan Melalui Program Literasi Anak Negeri

