"Pesta Kembang Api" Kripto di 2024 dan Asa 2025
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto mengalami tahun yang sangat bersejarah di 2024, bisa dianalogikan dengan kemeriahan pesta kembang api yang akan menutup tahun dan menatap tahun yang baru dengan banyaknya pencapaian baru.
Hampir 16 tahun setelah jaringan Bitcoin (BTC) memulai debutnya, mata uang kripto teranyar itu memperkuat statusnya sebagai instrumen keuangan arus utama dengan pencapaian all time high (ATH) di level US$ 108.316 pada 17 Desember 2024. Padahal BTC sempat berada di titik terendahnya US$ 39.179 pada pertengahan Januari tahun ini.
Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar Bitcoin pun melonjak tinggi di angka US$ 2,1 triliun yang menghantarkan aset ini berada di posisi ketujuh di dunia atau melewati Saudi Aramco, Meta Platforms (Facebook), hingga Tesla yang masing-masing berada di posisi 8, 10, dan 11.
Namun sayangnya, rekor tertinggi itu tak bisa diikuti oleh koin kripto terbesar ke dua yakni Ethereum. Koin berkode ETH itu pada November 2021 sempat berada di US$ 4.878,26. Tapi, di sepanjang tahun ini hanya mampu berada di “ketinggian” US$ 4.066 pada 12 Maret 2024.
Di sisi lain, ada alternative coin (altcoin) dan meme coin yang menyabet status top performer berkat pengembangan strategis, pencapaian adopsi, dan tekanan beli yang meningkat.
Sebut saja, Mantra (OM) yang berada di puncak altcoin dengan kinerja terbaik di tahun 2024. Tahun ini, harga Mantra menguat sekitar 9.445%. Posisi kedua dalam daftar koin dengan performa terbaik di 2024 adalah Mog Coin. MOG adalah meme coin berbasis Ethereum yang harganya melejit 5.337% tahun ini.
Di sisi lain, peluncuran ETF menandai salah satu debut paling sukses dalam sejarah berkat permintaan institusional. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa AS berbasis spot (ETF Bitcoin Spot). Pada Natal 2024, 12 ETF Bitcoin spot AS memiliki total aset bersih lebih dari US$ 105 miliar, mewakili hampir 5,7% dari pasokan BTC.
Keberhasilan ETF Bitcoin yang mengejutkan di AS membuka pintu bagi adopsi institusional kripto. Segera setelah itu, ETF Ethereum juga disetujui dan beberapa altcoin lainnya memiliki aplikasi serupa dengan SEC.
Bahkan, Israel berencana meluncurkan reksa dana yang melacak nilai Bitcoin, setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Sekuritas Israel. Hal ini sejalan dengan meroketnya investasi Bitcoin di negara tersebut.
Selain itu, pada April terjadi Bitcoin Halving. Bitcoin Halving telah terjadi sekitar pukul 7 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB) pada 20 April 2024. Pasca peristiwa tersebut, harga bitcoin sedikit mengalami kenaikan mengingat di momen Bitcoin halving, harga BTC berkisar di angka US$ 63.000-64.000an.
Baca Juga
Tok! Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat Restui ETF Ethereum Bitcoin Hibrida Baru
Bitcoin Halving adalah peristiwa ketika imbal hasil untuk menambang transaksi Bitcoin dipotong setengahnya atau 50%. Sederhananya, Bitcoin Halving adalah saat imbalan bagi penambang bitcoin dipotong setengahnya.
November, kemenangan kembali Donald Trump yang pro kripto sebagai presiden terpilih AS. Komunitas cryptocurrency merayakan kemenangan Trump dalam pemilu Presiden Amerika Serikat 2024 melawan Kamala Harris.
Kemenangan Trump bisa menjadi tanda yang menjanjikan bagi industri kripto di AS, karena Trump telah berulang kali menyatakan dukungannya terhadap kripto dan mengidentifikasi dirinya sebagai kandidat pro-kripto.
Trump sering berjanji untuk mengakhiri perang terhadap kripto jika terpilih dan berjanji akan menjadikan AS sebagai ibu kota kripto dunia.
"Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan mata uang kripto karena kami tidak menginginkan China atau siapa pun, tetapi yang lain menerimanya. Kami ingin menjadi yang terdepan," kata Trump kepada CNBC di Bursa Efek New York pada Kamis (12/12/2024) menanggapi pertanyaan tentang potensi cadangan bitcoin strategis.
Adapun menjelang akhir tahun 2024, negara yang intensif pertimbangkan cadangan strategis Bitcoin bertambah. Hong Kong dan Jerman mempertimbangkan untuk bergabung dengan Amerika Serikat untuk menjajaki penerapan Bitcoin sebagai aset cadangan. Anggota parlemen di kedua wilayah itu telah menyampaikan proposalnya untuk cadangan Bitcoin.
Dukungan Trump terhadap industri kripto merupakan perubahan yang disambut baik oleh investor mata uang digital dari sudut pandang pemerintahan saat ini, yang memiliki hubungan yang sangat kontroversial dengan bisnis kripto.
Tak hanya itu, selama pemilihan tahun 2024, perusahaan kripto memberikan kontribusi signifikan terhadap dana kampanye politik. Dukungan ini ditujukan untuk puluhan kandidat, menunjukkan pengaruh industri kripto dalam arena politik.
Sejalan dengan kemenangan Trump, pada November 2024, Gary Gensler mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua SEC. Pengunduran dirinya menandai potensi perubahan dalam kebijakan regulasi yang dapat mempengaruhi industri kripto di masa depan. Donald Trump pun telah menunjuk Paul Atkins sebagai Ketua SEC yang baru.
Di sisi lain, pada September, November, dan Desember The Fed memangkas suku bunga. Sepanjang 2024, bank sentral AS (The Fed) telah memangkas suku bunganya sebesar 100 basis poin (bps) dengan rincian 50 bps di September, dan 25 bps masing-masing di November dan Desember 2024.
Hal ini tentu menjadi hal baik bagi aset beresiko layaknya Bitcoin untuk mengalami apresiasi mengingat kebijakan suku bunga yang lebih rendah akan lebih bersahabat bagi industri kripto dengan memindahkan dananya dari pasar obligasi.
Prediksi di Tahun 2025
Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun yang cerah bagi pasar kripto, berdasarkan data dari dua platform pasar prediksi populer, Kalshi dan Polymarket. Para petaruh di platform ini optimis bahwa Bitcoin (BTC) dan EThereum (ETH) akan mencapai rekor tertinggi baru, diiringi oleh perkembangan signifikan dalam regulasi dan adopsi aset digital.
Data dari Kalshi menunjukkan peluang lebih dari 60% bahwa BTC akan mencapai setidaknya US$ 125.000, sementara ETH diperkirakan akan menyentuh angka US$ 5.000 pada tahun 2025. Polymarket, di sisi lain, memberikan peluang 50% bagi BTC untuk menembus US$ 120.000 sebelum akhir Maret. Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sebelumnya untuk Bitcoin adalah sekitar US$ 108.300, dan Ethereum mencapai US$ 4.720.
Optimisme juga merambah regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Para petaruh Polymarket memproyeksikan peluang tinggi untuk persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) kripto bagi beberapa aset utama seperti XRP, Solana, dan Litecoin. Namun, peluang untuk persetujuan ETF Dogecoin relatif rendah. Jika prediksi ini terbukti benar, langkah tersebut akan menjadi dorongan besar bagi pasar kripto global.
Para pengguna Kalshi juga melihat ada peluang bahwa Presiden terpilih AS Donald Trump akan membangun cadangan Bitcoin strategis nasional selama masa jabatannya. Kebijakan ini, jika diterapkan, berpotensi memengaruhi adopsi dan harga Bitcoin secara global.
Sementara itu, perusahaan manajemen aset terkemuka, Vaneck, baru saja merilis laporan “10 Prediksi Kripto untuk 2025” yang menyoroti potensi luar biasa bagi pasar aset kripto di masa depan. Laporan ini memprediksi tahun yang penuh dengan peluang, di mana pasar bullish akan terus bertahan, diiringi dengan kenaikan harga yang signifikan untuk berbagai aset kripto utama.
Vaneck memperkirakan bahwa pada puncak siklus bullish pertama di tahun 2025, harga Bitcoin akan mencapai sekitar US$ 180.000, sementara Ethereum diproyeksikan diperdagangkan di atas US$ 6.000. Angka-angka ini menandakan lonjakan besar dari harga saat ini, memberikan potensi keuntungan luar biasa bagi para investor.
Tidak hanya itu, altcoin seperti Solana (SOL) dan sui (SUI) juga diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan, dengan masing-masing melampaui US$ 500 dan US$ 10. Meski demikian, Vaneck memperingatkan adanya koreksi tajam setelah lonjakan ini, dengan BTC mengalami retracement hingga 30% dan altcoin menghadapi penurunan hingga 60%. Meski begitu, mereka tetap optimis bahwa pemulihan akan terjadi, dengan token-token utama kembali mencapai rekor tertinggi pada akhir tahun.
Laporan ini juga mencatat bahwa siklus bullish di tahun 2025 akan menandai perubahan besar dalam kebijakan kripto global. Di AS, Vaneck memproyeksikan bahwa beberapa negara bagian, seperti Florida, Texas, atau Pennsylvania, dapat mulai membentuk cadangan Bitcoin sebagai langkah strategis. Ini sekaligus menandakan berakhirnya kebijakan anti-kripto yang selama ini membayangi industri ini.
Analis Citi Alex Saunders, menggambarkan tahun 2024 sebagai tahun pertumbuhan yang kuat. “Tahun ini merupakan tahun yang kuat untuk kripto, mencatat peningkatan kapitalisasi pasar total lebih dari 90%," ungkap para analis Citi, dikutip dari Bitcoin.com, Senin (30/12/2024).
Faktor utama yang dikutip oleh Citi adalah masuknya dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin dan Ethereum ke dalam spot, yang mulai diperdagangkan pada tahun 2024. "Arus ini telah menjadi pendorong paling signifikan dari pengembalian kripto, dan kami memperkirakan hal ini akan terus berlanjut pada tahun 2025," ujar analis Citi.
Mereka menekankan peran alokasi portofolio, mengakui bahwa meskipun Bitcoin dapat menambah nilai, volatilitasnya menghadirkan risiko. Para analis Citi juga memprediksi pertumbuhan dan persaingan yang berkelanjutan di pasar Stablecoin, didorong oleh inovasi, kemitraan, dan pendatang baru yang dapat menantang dominasi Tether.
Para analis Citi menyarankan adopsi Stablecoin di luar perdagangan kripto dapat meningkatkan keuangan terdesentralisasi (defi) dan mendorong keterlibatan yang lebih luas di sektor ini.
Senada, Robert Kiyosaki, penulis terkenal buku terlaris di dunia "Rich Dad Poor Dad," baru-baru ini memberikan prediksi berani untuk harga Bitcoin (BTC). Awal tahun ini, Kiyosaki sempat mengklaim Bitcoin akan meroket hingga US$ 500.000 pada tahun 2025. Ia lebih lanjut meramalkan bahwa Bitcoin dapat mencapai US$ 1 juta pada tahun 2030. Namun, perkiraan terbaru US$ 350.000 ini merupakan proyeksi sederhana untuk koin tersebut di 2024.
Awal bulan ini, Kiyosaki sempat meramalkan kejatuhan pasar global dan depresi ekonomi. Ia meramalkan kemerosotan ekonomi global seperti Eropa, Tiongkok, dan Amerika Serikat sambil menasihati konsumen untuk berhati-hati dengan kekayaan mereka.
Sedangkan, perusahaan penambangan kripto, Blockware Solutions, menyatakan bahwa sejumlah faktor makroekonomi dan kebijakan institusional akan menjadi penentu utama pergerakan harga Bitcoin, termasuk kebijakan Federal Reserve (Fed) dan implementasi Cadangan Bitcoin Strategis (SBR) oleh Donald Trump.
Baca Juga
Kasus bearish: Target US$ 150.000
Skenario ini diperkirakan terjadi jika:
-Donald Trump gagal mengimplementasikan SBR, sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan nilai Bitcoin sebagai aset cadangan negara.
-Federal Reserve tidak melanjutkan pemotongan suku bunga yang sudah direncanakan, sehingga menciptakan tekanan pada pasar keuangan.
-Pemegang Bitcoin jangka panjang, yakni mereka yang memegang aset ini lebih dari 155 hari, mulai menjual aset mereka secara agresif.
Kasus moderat: Target US$ 225.000
Skenario moderat memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai $225.000, dengan asumsi beberapa faktor pendukung berikut:
-Pemerintah AS memutuskan untuk mengonversi sebagian kepemilikan Bitcoin mereka menjadi Cadangan Bitcoin Strategis.
-Federal Reserve melanjutkan kebijakan pemotongan suku bunga, memberikan stimulus pada pasar keuangan.
-Tingkat adopsi korporasi terhadap Bitcoin tetap stabil, mengikuti tren saat ini.
Kasus bullish: Target US$ 400.000
Skenario paling optimis menggambarkan harga Bitcoin melonjak hingga US$ 400.000. Namun, untuk mencapai angka ini, beberapa prasyarat harus terpenuhi:
-Federal Reserve mengambil kebijakan moneter yang sangat longgar (dovish), memberikan dorongan kuat bagi aset-aset berisiko seperti Bitcoin.
-Adopsi Bitcoin oleh perusahaan besar meningkat pesat. Salah satu perusahaan dalam “Magnificent 7” — Alphabet, Amazon, Apple, Meta Platforms, Microsoft, Nvidia, atau Tesla perlu menambahkan Bitcoin ke neraca mereka untuk mempercepat lonjakan harga ini. Namun, Microsoft baru-baru ini menolak resolusi untuk melakukan hal tersebut, menunjukkan bahwa tantangan institusional masih ada.
-Pemerintah AS tidak hanya mengonversi kepemilikan Bitcoin mereka menjadi SBR tetapi juga secara aktif mengakumulasi lebih banyak Bitcoin.

