Daftar 60 Pemegang Bitcoin Institusional Global Teratas Nilainya Capai Rp 878,7 Triliun, Ada dari Indonesia?
JAKARTA, investortrust.id - Michael Saylor, salah satu pendiri MicroStrategy membagikan pengingat pentingnya Bitcoin (BTC) dengan komunitas. Dalam tweet-nya di X baru-baru ini, ia mendesak komunitas untuk memulai atau melanjutkan mengakumulasi mata uang digital andalan dunia sebelum terlambat untuk melakukannya.
Saylor menerbitkan daftar 60 pemegang Bitcoin institusional terbesar di seluruh dunia. Secara kumulatif, 60 entitas ini memiliki total 591.368 Bitcoin senilai US$ 54,22 miliar pada nilai tukar BTC/USD saat ini, atau setara Rp 878,7 triliun. Di mana, kebanyakan dimiliki oleh institusi yang berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 22, diikuti Kanada 13. Sisanya beragam dari berbagai negara, misalnya dari Jepang, Hong Kong, China, Jerman, Singapura, Norwegia, Thailand, Argentina, Malta, Turki, Perancis, dan Inggris. Alhasil dari daftar tersebut tidak ada satu pun yang berasal dari Indonesia.
MicroStrategy berada di urutan pertama, dengan kantong Bitcoin sebanyak 444.262, diikuti oleh Marathon Digital (MARA), yang memegang 44.394 BTC. Adapun perbedaannya sekitar 10 kali antara keduanya.
Baca Juga
Investor Mulai Mencari Keamanan dari Aset Berisiko, Harga Bitcoin Turun di Bawah US$ 94.000
Kemudian muncul Riot Platforms dan Hut 8 – Saylor telah menyebutkan ketiga perusahaan ini beberapa kali dalam tweet-nya akhir-akhir ini sejak mereka mulai mengumpulkan Bitcoin untuk membentuk cadangan BTC strategis mereka sendiri, mengikuti buku pedoman MicroStrategy.
Raksasa produksi mobil listrik milik Musk, Tesla, berada di posisi kelima dalam daftar ini dengan 9.720 BTC di simpanannya. Tesla diikuti oleh bursa kripto AS terbesar Coinbase, yang memiliki cadangan 9.480 BTC.
Baca Juga
Dalam daftar ini juga terdapat raksasa seperti Galaxy Digital milik Mike Novogratz (5.400 BTC), Block milik Jack Dorsey (8.363 BTC), dan lain-lain. Perusahaan tidak hanya dari AS, tetapi juga yang berkantor pusat di Kanada, Singapura, Norwegia, Thailand, Jerman, Jepang, dan negara-negara lain di seluruh dunia.

