Laba BRI Setara Modal Inti Bank KBMI III, Simak Kontribusi AgenBRILink dan BRImo
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) baru mengumumkan kinerja paruh pertama 2024. Momen pengumuman itu disampaikan kala segelintir kalangan berasumsi kinerja emiten berkode BBRI berpotensi turun dipicu penurunan perfoma kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Faktanya, laba bersih konsolidasi BRI sebagai holding ultra mikro (UMi) selama paruh pertama 2024 mencapai Rp 29,9 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih BRI periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp29,56 triliun. Angka setara dengan modal inti bank KBMI III yang sesuai ketentuan berada pada rentang Rp 14 triliun hingga Rp Rp 70 triliun.
“Hingga akhir Juni 2024, BRI secara konsolidasian berhasil mencetak laba sebesar Rp29,90 triliun. Kinerja positif BRI Group tersebut tak lepas dari pertumbuhan penyaluran kredit dan juga penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh doubel digit,” ujar Sunarso dalam acara pemaparan secara virtual, Kamis (25/7/2024).7
Sementara itu, posisi laba BRI non konsolidasi per Juni 2024 sebesar Rp 28,3 triliun, atau naik hingga 7,5% dibanding posisi Juni 2023. Angka ini menunjukkan bahwa laba non konsolidasi (bank only) hanya hanya terpaut tipis dibanding laba konsoldisi.
Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan, capaian positif BRI tersebut merupakan pertumbuhan berkelanjutan, selektif dan prudent. Kinerja positif BRI Group tersebut merupakan kontribusi langsung dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit.
Baca Juga
Ini Jurus BRI Kelola NPL UMKM Tetap Rendah di Bawah Industri Perbankan Nasional
“Hingga akhir kuartal II-2024, penyaluran kredit BRI tercatat Rp 1.336,78 triliun atau tumbuh 11,2% (yoy). Segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96% dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp 1.095,64 triliun,” ujar Sunarso.
Soal penyaluran kredit, BRI tetap konsisten di jalurnya mendorong perkonomian Indonesia lewat jalur UMKM. Hingga akhir Juni 2024, perseroan telah menyalurkan kredit kepada segmen UMKM senilai Rp 1.095,64 triliun atau setara 81,69% dari total penyaluran kredit BRI.
“Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yakni dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan khususnya pada segmen UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas,” ujar Sunarso melalui keterangan resmi, Jumat (26/7/2024).
Dari total kredit kepada UMKM senilai Rp 1.095,64 triliun, alokasi untuk segmen mikro sebesar Rp 623 triliun, segmen usaha kecil Rp 232,3 triliun, segmen konsumer Rp 198,8 triliun, dan segmen usaha menengah senilai Rp 41,5 triliun.
Di tengah pesimisme akan konsistensi pertumbuhan kinerja kalangan UMKM pasca pandemi Covid-19, BRI terbukti mampu menjaga risiko atas kredit yang disalurkan. Prinsip prudent dan kehati-hatian yang diterapkan membuahkan hasil.
“Rasio loan at risk (LAR) tercatat membaik atau turun, dari semula 14,94% pada akhir triwulan II 2023 menjadi 12% pada akhir triwulan II 2024. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 3,05% dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60%,” terang Sunarso.
Baca Juga
Volume Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 767 Triliun, Naik 13,6% di Semester I 2024
Sunarso menegaskan NPL UMKM BRI saat ini berada pada kisaran 3% atau di bawah NPL UMKM industri perbankan nasional. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, rasio NPL UMKM per Mei 2024 sebesar 4,27%, meningkat dibandingkan April 2024 pada level 4,26%.
“Bukan hanya segman mikro tapi UMKM terutama di mikro dan kecil, itu yang NPL-nya naik. Namun angka NPL UMKM BRI di kisaran 3,05% ini masih lebih baik atau di bawah rata-rata industri perbankan yang berada di level 4,27%,” ujar Sunarso melalui keterangan resmi, Rabu (31/7/2024).
Ia menambahkan, NPL yang terjaga merupakan hasil dari upaya BRI untuk mendorong sisi improvement pada bisnis proses. Seiring dengan itu, BRI tetap selektif dalam penyaluran kredit dengan memperketat risk acceptance dan loan portofolio guidelines. “Dan portofolio UMKM dipilah lagi, dicari mana yang masih bisa lanjut dan yang sedang bermasalah,” terangnya.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dimobilisasi BRI sampai Juni tahun ini tumbuh 11,61% (yoy) menjadi Rp 1.389,66 triliun. Sedangkan giro dan tabungan (CASA) tumbuh 7,66% yoy menjadi Rp 877,90 triliun. “Dana murah masih mendominasi struktur DPK BRI, dengan porsi CASA mencapai 63,17% dari total DPK BRI,” imbuh Sunarso.
Kontribusi Agen BRILink
Peningkatan kinerja BRI Group, termasuk kemampuan menjaga kualitas kredit yang disalurkan, tidak lepas dari kontribusi nyata 933.000 Agen BRILink. Kehadiran Agen BRILink yang tersebar di 61.000 desa di Indonesia tersebut menyentuh lebih dari 80% total desa di Indonesia.
Volume transaksi Agen BRILink selama Januari-Juni 2024 telah mencapai Rp 767 triliun atau tumbuh 13,6% dibanding periode sama tahun lalu.
“Komitmen BRI untuk terus melayani seluruh lapisan masyarakat direalisasikan melalui strategi hybrid bank, salah satunya dengan keberadaan Agen BRILink,” tegas Sunarso.
Menurut dia, Agen BRILink terbukti mampu menjawab karakteristik nasabah mikro dan saat ini memiliki peranan penting dalam roda perekonomian. Kehadiran Agen BRILink memudahkan aktivitas masyarakat dengan mengedukasi penggunaan fitur-fitur dan layanan yang disediakan BRI.
Para pengguna BRImo di seluruh pelosok sangat terbantu dalam pembayaran tagihan listrik, air, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, maupun setoran pinjaman. Agen BRILink juga mampu memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan, pinjaman, serta transaksi lainnya.
Baca Juga
Pengguna Super Apps BRImo Tumbuh Pesat, Nilai Transaksi Capai Rp2.574 Triliun
Di sini sangat dirasakan dampak positif dan manfaat super apps BRImo. Sunarso menegaskan, BRI akan terus memperkuat ekosistem super apps BRImo sebagai salah satu strategi transformasi digital dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi.
Hingga akhir Juni 2024 tercatat BRImo telah digunakan oleh lebih dari 35,2 juta pengguna. Sebanyak 2,01 miliar transaksi finansial telah dihasilkan dari super apps ini. Sementara volume transaksi dipaporkan mencapai Rp 2.574 triliun, yang tumbuh 35,81% yoy.
Selain pertumbuhan yang berkualitas, perseroan juga terbukti mampu meningkatkan fee based income menjadi sebesar Rp 11,26 triliun atau tumbuh 10,15% secara tahunan dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 10,22 triliun.
BRImo Kian Moncer
Kontribusi super apps BRImo pada BRI sejauh ini pun sangat siginfikan. Hingga semester I-2024, jumlah pengguna super apps BRImo mencapai 35,2 juta, tumbuh 26,6% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Sunarso mengungkapkan, seiring dengan peningkatan pengguna, transaksi mencapai 2,01 miliar. Sedangkan niliai transaksi mencapai Rp2.574 triliun atau tumbuh 35,81% yoy.
Direktur Digital dan TI BRI Arga M. Nugraha menambahkan, saat ini back-end system BRImo telah mampu melayani lebih 25.000 transaksi per detik. “Kapasitas ini akan terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi yang terjadi, misalnya seperti saat momen gajian atau libur panjang, serta perayaan hari-hari raya,” terang Arga.
BRI telah mengalokasikan sumber daya cukup besar untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan teknologi BRImo. Pengembangan dan riset kapabilitas baru, diarahkan untuk mendukung keamanan, kemudahan, dan kelancaran sesuai kebutuhan nasabah pengguna BRImo.
Baca Juga
Ayo ke Desa Angseri, Desa BRILiaN dengan Tata Kelola Air Terbaik
BRI berkomitmen memastikan keamanan pengguna dengan terus memperbaharui teknologi untuk mengantisipasi bentuk kejahatan digital. “BRI mengedukasi baik kepada nasabah maupun karyawan terkait peningkatan kesadaran keamanan siber, serta bekerja sama dengan komunitas dan juga lembaga keamanan siber yang ada,” tambah Arga.
Meski BRImo telah memiliki lebih dari 100 fitur, menurut Arga M. Nugraha, pihaknya terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna dari berbagai segmen. Beberapa contoh inovasi seperti penambahan fitur untuk investasi, pembelian tiket kereta cepat Whoosh, voucer games dan streaming untuk memenuhi kebutuhan lifestyle, registrasi BRImo di luar negeri, hingga fitur pendaftaran merchant.
Fitur BRImo juga semakin lengkap setelah memiliki fitur QRIS antar negara (cross-border). Pengguna vitur ini dapat ditransaksikan saat berbelanja di negara lain.
Sambil terus berinovasi, Arga M. Nugraha menegaskan, BRI tetap berupaya meningkatkan keamanan digital bagi pengguna. Salah satu Langkah nyata adalah dengan menjaga data nasabah dari risiko serangan siber.
Arga memastikan, pihaknya punya sejumlah jurus untuk memastikan keamanan data nasabah. Selain penerapan sistem keamanan digital teranyar, BRI juga mengembangkan aplikasi yang terintegrasi dengan tim keamanan (DevSecOps practices). Upaya itu dilengkapi dengan pemantauan keamanan teknologi informasi (TI) secara real time.
Beli Saham BBRI
Kinerja positif BRI seiring kemampuan menjaga tingkat NPL direspons positif para analis saham. Mayoritas sekuritas ini tetap mempertahankan target harga tinggi untuk saham BBRI, sekaligus mengindikasikan prospek saham ini.
Mandiri Sekuritas melalui laporan riset terakhir melihat faktor positif dari pertumbuhan laba BRI serta peluang pemangkasan suku bunga perbankan pada paruh kedua tahun ini. Dua faktor ini ini dinilai sebagai penopang pergerakan saham BBRI sepanjang 2024.
Baca Juga
Raup Laba Rp 29,9 Triliun, Saham BRI (BBRI) Dipertahankan Beli Dua Sekuritas Ini
Mandiri Sekuritas meyakini bahwa performa BRI semester II akan lebih kuat dengan pemulihan tingkat keuntungan. BRI pun diprediksi akan mempertahankan rasio dividen tinggi tahun depan.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI. Target harga dipatok pada posisi Rp 6.000 per saham.
Sementara itu, analis Sucor Sekuritas, Edward Lowis berpendapat, realisasi laba BRI semester I-2024 sudah sesuai dengan perkiraan. Pencapai ini dinilai menunjukkan tingkat pertumbuhan stabil.
“Realisasi laba bersih BRI senilai Rp 29,7 triliun tersebut sudah sesuai dengan estimasi kami. Hal ini didukung keberhasilan perseroan mempertahankan kenaikan kuat pendapatan bunga sebanyak 15% didukung kenaikan kredit mencapai 11%,” demikain Edward, sesuai laporan riset yang diterbitkan Jumat (26/7/2024).
Edward menyoroti faktor positif dari perbaikan NPL dan rasio LAR yang menurun menjadi 12%. Meski demikian, NIM masih turun sebanyk 18 bps menjadi 6,4% hingga akhir Juni 2024.
“Kami memperkirakan tingkat pertumbuhan keuntungan BRI akan pulih pada paruh kedua tahun ini, sehingga laba bersih perseroan diharapkan bisa mencapai Rp 57,9 triliun pada 2024. Pemulihan paling pesat diharapkan terjadi pada 2025,” demikian Edward.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan prospek positif saham BBRI. Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.000. Target ini mempertimbangkan reaksi pasar yang dinilai terlalu berlebihan terhadap peluang penurunan kualitas aset BRI.

