Tips Menabung untuk Beli Rumah Impian dari Usia 20-an, Bagaimana Caranya?
JAKARTA, investortrust.id - Banyak orang pasti ingin memiliki rumah sendiri, apalagi ketika sudah berkeluarga. Tapi, tidak bisa dipungkiri juga bahwa harga rumah yang mahal seringkali membuat orang maju mundur untuk membeli rumah. Padahal, membeli rumah di usia muda itu bisa-bisa aja loh, asalkan kamu tahu strateginya.
Lantas, apa saja langkah yang dapat dialkukan untuk mewujudkan hal tersebut?. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membeli rumah di usia muda:
1. Jadikan DP sebagai target
Cara menabung untuk membeli rumah yang pertama adalah menentukan target keuangan yang harus ditabung. Agar lebih ringan dan cepat terpenuhi, kamu bisa menjadikan down payment atau DP rumah tersebut sebagai target awal.
Melasir dari laman resmi Honest Card, Jumat (3/1/2025), biasanya DP rumah baru adalah 20% sampai 30% dari harga rumah tersebut. Jadi misalnya, kamu mengincar rumah seharga Rp 500 juta, maka DP yang harus kamu kumpulkan sekitar Rp 100 juta - Rp150 juta. Sisa harga rumah tersebut bisa kamu angsur dengan mengajukan kredit KPR.
2. Sisihkan pendapatan
Agar cita-cita membeli rumah sendiri cepat tercapai, kamu harus bisa menyisihkan pendapatan secara khusus untuk ini. Umumnya, alokasi pendapatan untuk ditabung dan/atau diinvestasikan adalah sebesar 20% dari total pendapatan bulanan. Nah, kamu bisa menyisihkan seperempat dari 20% tabungan ini khusus untuk DP rumah, sementara sisanya untuk dana darurat dan tabungan lainnya.
Contoh, gaji kamu perbulannya adalah sebesar Rp 10 juta. Maka, nominal yang disisihkan untuk tabungan adalah sebesar Rp 2 juta. Nah, Rp 500.000 dari Rp 2 juta ini bisa kamu simpan khusus untuk tujuan membeli rumah, sementara Rp 1,5 juta sisanya untuk dana darurat atau tabungan lainnya.
3. Manfaatkan teknologi keuangan
Lalu uang Rp 500.000 tersebut bisa ditaruh di mana? Kamu bisa memanfaatkan berbagai teknologi keuangan yang tersedia untuk “menyimpan” duit tabungan di atas. Pertama, kamu bisa memanfaatkan fitur kantong terkunci yang disediakan oleh berbagai bank digital untuk menyimpan uang tersebut. Dengan fasilitas ini, kamu bisa terus top up tabungan, tapi tidak akan bisa mengambil uang simpananmu sampai tanggal jatuh tempo tiba.
Kedua, kamu bisa pakai uang tabungan ini untuk membeli instrumen investasi, seperti saham atau reksadana. Tidak cuma menyimpan, dengan menginvestasikan duit ini, kamu juga punya kesempatan untuk menambah nilainya. Investor saham atau reksadana berhak mendapatkan dividen serta keuntungan dari penjualan saat pencairan. Tapi ingat, semakin besar potensi keuntungan dari investasi, semakin besar pula risiko yang harus kamu tanggung.
4. Dapatkan pendapatan pasif
Mau lebih cepat beli rumah? Tambahkan uang yang kamu simpan dengan menghasilkan pendapatan pasif. Berbeda dengan pendapatan yang diperoleh dengan cara bekerja langsung (pendapatan aktif), pendapatan pasif bisa diperoleh meskipun kamu tiduran saja.
Contoh pendapatan pasif adalah dengan ikut program afiliasi, menyewakan kamar yang kosong untuk kos, sampai jual foto dan vector di aplikasi atau website microstock. Hasil dari mencari duit tambahan ini kemudian bisa kamu masukkan lagi ke tabungan untuk membeli rumah di atas.
5. Kurangi pengeluaran
Cara menabung untuk membeli rumah yang kelima adalah dengan mengurangi pengeluaran. Khususnya pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu-perlu sekali dan nilainya bisa dikurangi.
Contohnya, kamu bisa mengurangi frekuensi nongkrong bareng temen di kafe supaya uang buat nongkrong tersebut bisa kamu simpan untuk membeli rumah. Contoh lainnya adalah mengganti makan siang di kantor dari jajan di kantin dengan membawa bekal sendiri. Dikit-dikit lama-lama menjadi bukit, walau kelihatan kecil, uang yang kamu kumpulkan dengan cara ini akan semakin besar jika kamu melakukannya dengan sabar dan telaten.
6. Manfaatkan diskon kartu kredit
Ingin tetap jajan tapi tetap hemat? Manfaatkan kartu kredit! Berbeda dengan kartu debit atau kartu ATM, kartu kredit menawarkan banyak diskon merchant, poin yang dapat dikumpulkan untuk dapat bonus diskon lanjutan dan lain sebagainya. Nah, sisa hasil diskon tersebut bisa kamu masukkan sebagai tambahan simpanan beli rumah.
Misalnya, kamu membeli groceries sebesar Rp 500.000. Tapi karena pakai kartu kredit, kamu bisa dapat diskon 15% atau pengurangan sebesar Rp 75.000. Uang Rp 75.000 ini bisa kamu masukkan ke dalam tabungan untuk membeli rumah.
Punya rumah di usia muda memang bukan hal yang mudah. Tapi, bukan berarti hal tersebut tidak mungkin. Mempersiapkan kebutuhan finansial membeli rumah adalah langkah pertama yang bisa aku dan kamu lakukan. Pelan-pelan saja, asalkan dilakukan dengan hati-hati, niscaya rumah impian bukan cuma jadi angan-angan.

