Berikut Sejumlah Tips Agar Terhindar dari Jerat Pinjol dan Judol Ala Sequis
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini ada sejumlah hal yang tengah menjadi persoalan keuangan di masyarakat, yaitu maraknya penawaran pinjaman online (pinjol) dan juga judi online (judol). Agar tak terhindar dari jerat keduanya, Sequis punya sejumlah tips yang boleh dilirik.
Faculty Head Sequis Quality Empowerment, STAE, Yan Ardhianto Handoyo mengungkapkan, sebenarnya tidak ada yang salah dengan pinjol selama perusahaan tersebut berstatus legal. Namun yang jadi permasalahan ketika pinjol tersebut ilegal.
Perusahaan pinjol ilegal akan memberikan pinjaman dengan cara yang sangat mudah dan cepat sehingga membuat masyarakat tergiur. Namun, karena bunga tinggi akan mempersulit masyarakat dalam melunasi pinjaman.
“Aktivitas literasi digital dan finansial harus menjadi hal primer bagi masyarakat, terutama kepada calon generasi emas dan keluarganya demi menjaga finansial mereka saat ini dan masa depan,” ujar Yan, dalam keterangannya dikutip Rabu (23/10/2024).
Baca Juga
Di sisi bersamaan, lanjut dia, pemerintah juga telah melakukan upaya pemberantasan pinjol ilegal. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, ada 9.062 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 1.235 entitas investasi ilegal, 7.576 entitas pinjol ilegal, dan 251 entitas gadai sudah diberantas oleh Satgas OJK sejak 2017 hingga Maret 2024.
Selain pinjol, menurut Yan, ada pula judol yang kini marak di masyarakat. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut, lebih dari 800.000 konten judol telah diputus aksesnya.
Untuk menghindari kedua hal buruk tersebut, mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan literasi finansial agar dapat mengelola keuangan dengan baik.
“Mengerti dan mampu menjalankan perencanaan keuangan dengan disiplin akan menolong anda mampu mengelola pendapatan, terbiasa menabung, paham akan investasi yang formal, terhindar dari keputusan impulsif, dan lainnya,” kata Yan.
Baca Juga
OJK Terima 10.104 Aduan Soal Investasi Bodong, Paling Banyak Pinjol
Menurutnya, mengelola pendapatan bisa dimulai dengan langkah sederhana, yaitu memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan utama terlebih dahulu. Misalnya menyisihkan untuk dana darurat, sehingga jika ada keperluan mendesak tidak perlu berutang.
“Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah bagian dari perencanaan keuangan, karena memiliki manfaat seperti perlindungan kondisi finansial dari kondisi tak terduga seperti sakit, kecelakaan, dan kematian,” ucap Yan.

