Simak Pilihan Reksa Dana Berdasarkan Jangka Waktu Investasi
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja reksa dana diyakini akan tumbuh positif hingga akhir tahun 2024. Optimisme terhadap kinerja reksa dana didorong oleh berderet sentimen positif pasar keuangan.
Sebagai catatan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana terus mencatatkan pertumbuhan. Hingga akhir Agustus tercatat berada di angka Rp 502 triliun, dari total AUM manajer investasi yang mencapai Rp 841,37 triliun, naik 1,34% secara bulanan (mtd) atau 2,02% sepanjang tahun 2024 (ytd).
Senior Vice President yang juga merupakan Head Retail Marketing dan Product Development dari Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan mengatakan, kondisi ekonomi yang lebih stabil dan pemangkasan suku bunga akan menjadi katalis positif bagi industri pasar modal Indonesia.
HPAM sendiri berhasil meraih performa ciamik pada sejumlah produk reksa dananya. Salah satunya HPAM Ekuitas Syariah Berkah yang mencatat return sebesar 48,39% dalam periode setahun terakhir atau year on year.
Baca Juga
Top 5 Reksa Dana dengan Return Tertinggi Setahun, Produk HPAM Mendominasi
Selain itu, reksa dana jenis campuran yang juga dikelola oleh Henan Putihrai AM, yakni HPAM Flexi Plus berhasil mencatat return 29,66% untuk periode yang sama alias 1 tahun terakhir.
Kedua reksa dana besutan HPAM tadi memuncaki perolehan return tertinggi secara tahunan dari seluruh produk reksa dana.
Untuk lebih rincinya, Henan Putihrai Asset Management membeberkan kinerja sejumlah produk reksa dana kelolaannya untuk jangka waktu 1 tahun, 3 tahun dan di atas 5 tahun.
Jangka Pendek (kurang dari 1 tahun):
Reza memaparkan, reksa dana pasar uang biasanya menjadi pilihan utama karena likuiditas tinggi dan risiko rendah. Kinerja reksa dana pasar uang cenderung stabil dengan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya.
HPAM Ultima Money Market merupakan produk reksa dana pasar uang dari Henan Putihrai Asset Management yang berhasil mencatatkan peformance produk 1 tahun sebesar 4,88%. Produk reksa dana ini memiliki AUM yang tercatat sebesar Rp 803,34 miliar.
Baca Juga
Reksa Dana Berbasis Obligasi Korporasi Bakal Makin Bersinar, Ini Katalisnya
Jangka Menengah (3 tahun):
Lebih lanjut, reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada obligasi pemerintah atau korporasi sering dipilih untuk jangka menengah. Hal ini disebabkan oleh kinerja reksa dana ini dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga, tetapi cenderung lebih stabil dibandingkan reksa dana saham.
Salah satu produk reksa dana pendapatan tetap dari Henan Asset yaitu Henan Pendapatan Tetap Prima (HPTP) dengan sistem pembagian hasil investasi per 3 bulan, sebesar 4,8-5% p.a plus kenaikan NAV sebesar 1,6-1,7% p.a. dengan AUM yang tercatat senilai Rp 250,82 miliar.
Jangka Panjang (5 tahun ke atas):
Reza melanjutkan, reksa dana saham biasanya dipilih untuk investasi jangka panjang sebab potensi imbal hasil yang lebih tinggi meskipun risikonya juga lebih besar.
Ia menilai, kinerja reksa dana saham bisa sangat fluktuatif dalam jangka pendek, tetapi cenderung memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. Henan Asset memiliki produk HPAM Ekuitas Syariah berkah dengan performance 1 tahun sebesar 45,33% dengan AUM sebesar Rp 1,3 triliun.
Di samping itu, ia juga menuturkan bahwa pelaku pasar memang semakin kritis dan cenderung lebih cepat mengambil keputusan untuk keluar dari investasi saat melihat kinerja produk reksa dana menurun. Hal ini disebabkan oleh akses informasi yang lebih mudah dan cepat, serta berbagai platform investasi yang memudahkan transaksi jual beli reksa dana.

