Canangkan Strategi “Beyond Mortgage”, BTN (BBTN) Bakal Lengkapi Ekosistem Konsumer di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN optimistis perekonomian 2026 bisa lebih baik dibanding 2025. Di sisi bersamaan, bank berkode saham BBTN ini mencanangkan strategi Beyond Mortgage sebagai langkah transformasi memperkuat posisi di segmen consumer banking.
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengungkapkan, sebagai bank Himbara (himpunan bank milik negara), pihaknya dinilai paling relevan mengembangkan model bisnis konsumer yang berangkat dari pembiayaan perumahan.
“Sebetulnya kami mungkin bank Himbara yang paling pas sebagai consumer banking. Karena mungkin diawali dengan mortgage adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat, tapi mungkin lanjut lagi dengan produk-produk lainnya,” ujarnya, usai Economic Outlook & Chinese New Year 2026, di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca Juga
Rully menjelaskan, pada 2026 BTN akan melengkapi ekosistem layanan konsumer secara menyeluruh. Mulai dari kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), layanan paylater, hingga penguatan transaksi melalui superapps Bale untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan investasi nasabah.
“Kita akan melengkapi semua kebutuhan itu. Kami penuhi di tahun ini, insyaAllah,” katanya.
Terkait tantangan industri, Rully mengakui pada 2025 sektor perbankan menghadapi perlambatan, terutama pada bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) dan konsumsi rumah tangga. Namun, kondisi itu merupakan fase adaptasi setelah lonjakan belanja masyarakat pasca pandemi.
“Kalau kita merunut lagi dari tahun 2022 setelah Covid, konsumsi masyarakat kan begitu tinggi, orang spending, mungkin sangat tinggi spending-nya sehingga akhirnya cukup menghabiskan tabungan masyarakat,” ucapnya.
“Kalau kita lihat lagi, namanya penghasilan itu mungkin belum balik (seperti) sebelum Covid dengan setelah Covid. Ini tantangan,” sambung Rully.
Baca Juga
Meski begitu, BTN tetap optimistis memasuki 2026. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah saat ini menjadi katalis positif bagi pemulihan konsumsi dan pembiayaan.
“Kami optimis karena pemerintahan baru memang mencanangkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Walaupun ada adaptasi di 2025, harusnya 2026 sudah lebih baik,” ujar Rully.
“Kami optimisnya mulai semester kedua harusnya semua bisa settle dengan baik,” tambahnya.

