Perkuat Literasi Asuransi, AAJI Dukung Kuliah Umum OJK di Unej
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperkuat literasi asuransi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung kegiatan kuliah umum perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Universitas Jember (Unej).
Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK Ogi Prastomiyono menekankan pentingnya edukasi sejak dini agar generasi muda mampu memahami perlindungan risiko dan mengambil keputusan keuangan yang sehat.
“Risiko merupakan bagian dari kehidupan, yang membedakan adalah kesiapan dalam mengelolanya. Asuransi hadir sebagai instrumen perlindungan agar masyarakat tidak menghadapi risiko sendirian ketika hal yang tidak diharapkan terjadi,” ujarnya, dalam keterangan pers, belum lama ini.
Baca Juga
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi tercatat 45,45%, sementara indeks inklusi asuransi masih berada pada level 28,50%.
Kesenjangan ini, kata Ogi, perlu dipersempit melalui edukasi yang berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda.
Sementara itu, Plt Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, kolaborasi dengan kampus merupakan langkah strategis untuk membangun pemahaman yang lebih kuat dan objektif mengenai asuransi.
“AAJI memandang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai investasi jangka panjang. Masa depan industri asuransi jiwa sangat ditentukan oleh generasi muda, baik sebagai pengguna layanan maupun sebagai talenta profesional yang akan menggerakan industri ke depan,” katanya.
Baca Juga
AAJI Catat Premi Asuransi Jiwa Terkontraksi 1,1% Jadi Rp 133,22 Triliun di Kuartal III 2025
Albertus menyatakan, industri asuransi jiwa telah berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi. Pada Januari-September 2025, total aset asuransi jiwa mencapai Rp 646,58 triliun, dengan Rp 571,40 triliun di antaranya merupakan aset investasi.
“Dana tersebut ditempatkan pada instrumen jangka panjang, termasuk surat berharga negara (SBN) sehingga turut mendukung pembiayaan pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional,” ucapnya.
Di sisi bersamaan, AAJI juga memperkenalkan program Beasiswa Harry Diah (BHD) kepada civitas academica Unej yang ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3. Plt Ketua Dewan Pengurus AAJI Handojo G Kusuma menyatakan, program ini merupakan jembatan antara dunia akademik dan praktik industri.
Program yang telah berjalan sejak 2024 ini telah menggandeng 11 perguruan tinggi serta menjangkau 46 penerima beasiswa hingga Desember 2025. Rinciannya, terdiri dari 34 mahasiswa S1, sembilan mahasiswa S2, dan tiga mahasiswa S3.
”Asuransi jiwa sering disalah artikan sebagai produk yang berbicara tentang kematian. Padahal, pada dasarnya asuransi jiwa adalah tentang kehidupan, tentang memastikan keluarga tetap bisa melanjutkan hidup ketika risiko terjadi,” ujar Handojo.

