AAJI Sebut Minimnya Literasi di Masyarakat Jadi Tantangan Utama Asuransi Pasarkan Unit Link
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hani Kusumowardhani mengungkapkan, rendahnya literasi keuangan khususnya literasi asuransi di masyarakat menjadi salah satu tantangan utama bagi perusahaan asuransi jiwa dalam memasarkan produk unit link.
“Salah satu tantangan utama dalam memasarkan unit link adalah memastikan pemahaman konsumen yang memadai terhadap produk ini,” ujar dia dalam sambutannya di acara Best Unit Link 2025 yang diselenggarakan Investortrust bekerja sama dengan PT Infovesta Utama, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Karena, menurut Hani, kurangnya pemahaman terhadap produk unit link yang akan dibeli calon nasabah berpotensi mengarahkan kepada ekspektasi yang tidak realistis sehingga menyebabkan ketidakpuasan terhadap calon nasabah itu sendiri nantinya.
Baca Juga
Tingkatkan Kapasitas, AAJI Integrasikan Teknologi Dalam Pengelolaan SDM
“Maka dari itu, literasi dan edukasi yang komprehensif dan menyeluruh, serta transparan terhadap informasi produk-produk unit link sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan manfaat dan risiko unit link,” kata dia.
Sekadar informasi, hingga September 2024 AAJI mencatat total premi industri asuransi jiwa tumbuh 0,2%, dari Rp 132,04 triliun per September 2023 menjadi Rp 132,27 triliun. Total premi tersebut ditopang oleh premi bisnis baru sebesar Rp 75,67 triliun, dan premi lanjutan sebesar Rp 56,60 triliun.
Baca Juga
AAJI Catat Klaim Asuransi Kesehatan Naik 37,2% Jadi Rp 20,9 Triliun hingga Kuartal III 2024
Dari total premi tersebut, produk asuransi tradisional masih mendominasi dengan pangsa 59,32% atau sebesar Rp 78,46 triliun, sementara sisanya dikontribusi oleh produk unit link dengan pangsa 40,68% atau mencapai Rp 53,81 triliun hingga September 2024.

