Laba Bersih BTPN Syariah Tumbuh 13%, Tembus Rp 1,2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, dengan menorehkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun, tumbuh 13% secara tahunan (YoY). Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama pertumbuhan laba tahun ini.
Penyaluran pembiayaan mencapai Rp 10,35 triliun. Rasio keuangan cukup solid dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7%.
“Pencapaian ini tidak lepas dari peran seluruh pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi untuk membangun perilaku unggul yang menjadi kunci keberhasilan mereka,” ujar Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
.
BTPN Syariah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat inklusi melalui model bisnis pendampingan terbukti efektif dan relevan. Pendampingan yang dilakukan berfokus pada penguatan empat perilaku unggul (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu – BDKS), sehingga masyarakat inklusi mampu bertahan dalam berbagai situasi.
Menurut Fachmy Achmad, pendekatan tersebut dinilai paling tepat dalam memberdayakan segmen ultra mikro, di mana BTPN Syariah tidak hanya mendampingi dalam memberikan akses keuangan, tetapi juga memberikan akses pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas hidup nasabah.
Peran Community Officer (CO) menjadi garda terdepan dalam melayani dan mendampingi masyarakat inklusi. Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), CO hadir langsung di tengah nasabah, memberikan pendampingan dengan modul yang relevan sesuai kondisi ultra mikro. CO juga berperan sebagai role model bagi ibu-ibu nasabah dalam menerapkan perilaku unggul BDKS, sekaligus memperkuat solidaritas di sentra nasabah.
“Model bisnis pendampingan yang kami jalankan terbukti relevan dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat inklusi. Sepanjang tahun 2025, kami menghadirkan berbagai program apresiasi dan insentif, yang memperkuat semangat nasabah dalam menerapkan empat perilaku unggul, terutama dalam membangun solidaritas di sentra nasabah. Alhamdulillah, bank berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,2 Triliun. Kami berharap fokus Bank dalam membangun perilaku unggul dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fachmy Achmad.
Selain pendampingan intensif, BTPN Syariah juga memberikan perhatian khusus kepada nasabah di Sumatra yang terdampak bencana hidrometeorologis. Bank menyediakan berbagai program bantuan untuk mendukung pemulihan nasabah dan komunitas sekitar yang terkena dampak.
Baca Juga
BTPN Syariah Berangkatkan Nasabah ‘Umrah Satu Pesawat’ ke Tanah Suci
7 Juta Nasabah
BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable). Perempuan menjadi target utama pemberdayaan karena bila perempuan berdaya maka keluarga pasti berdaya.
Adapun dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah tetap menjalankan fungsinya sebagai bank dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan kemudian disalurkan sepenuhnya untuk segmen ultra mikro. Dengan demikian, Bank membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk bersama-sama memberdayakan umat.
Perjalanan nasabah sejak awal sampai mendapatkan reward-reward terbaiknya dijaga oleh BTPN Syariah sehingga tidak hanya nasabah, namun seluruh pemangku kepentingan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memiliki hidup yang lebih berarti.
Baca Juga
Gandeng BTPN Syariah, Allianz Syariah Rilis Produk Dwiguna Baru
Program pemberdayaan ini dilakukan oleh petugas lapangan atau Community Officer (CO). Mereka adalah #bankirpemberdaya, perempuan muda lulusan SMA yang terlatih dan memiliki motivasi tinggi dalam mendampingi keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Peran #bankirpemberdaya dalam mendampingi masyarakat inklusi di berbagai daerah Indonesia dapat dilihat langsung di Instagram @bankirpemberdaya.btpns.
Dengan fokus bisnis tersebut, BTPN Syariah ikut memberdayakan masyarakat inklusi Indonesia. Hal ini terbukti dari pemantauan internal BTPN Syariah terhadap setiap nasabah. Hasil survei dan pemantauan tersebut menunjukkan bahwa nasabah yang mengalami kemiskinan ekstrem terus menurun dan jumlah keluarga dengan anak bersekolah meningkat.
BTPN Syariah didirikan pada 2010 sebagai Unit Usaha Syariah BTPN atau saat ini bernama Bank SMBC Indonesia. Pemisahan sebagai PT BTPN Syariah dilakukan pada 14 Juli 2014 dan menjadi perusahaan terbuka pada 8 Mei 2018. Bank kategori KBMI 2 (modal inti di atas Rp 6 triliun) ini memiliki 14,2 ribu karyawan (95% perempuan dan 52% lulusan SMA) yang telah melayani 7 juta nasabah dengan 3,77 juta nasabah aktif di 260 ribu komunitas yang berada di 2.650 kecamatan di 26 provinsi Indonesia.
BTPN Syariah memperoleh peringkat AAA (idn) Fitch dengan prospek stabil, dikonfirmasi Februari 2026.
Baca Juga
Laba Bersih BTPN Syariah Tumbuh 23%, Fondasi untuk Kinerja Lebih Baik di 2026

