Kredit Tumbuh, Laba Bersih Bank BTPN Malah Terkontraksi 15% Jadi Rp 1,2 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BTPN Tbk atau Bank BTPN (BTPN) berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit 19% secara tahunan menjadi Rp 176,2 triliun hingga Juni 2024. Namun, perolehan laba bersihnya tercatat negatif 15% menjadi Rp 1,2 triliun.
“Penurunan laba bersih ini terjadi karena peningkatan biaya kredit sebesar 46% (yoy/year on year), atau sebesar Rp 540 miliar pasca akuisisi OTO Group,” ujar Direktur Utama Bank BTPN, Henoch Munandar.
Selain itu, lanjutnya, penurunan laba bersih juga diakibatkan oleh meningkatnya biaya operasional sebesar 26% menjadi Rp 4,6 triliun hingga paruh pertama tahun ini. “Sejalan dengan pertumbuhan volume usaha dan inisiatif-inisiatif yang Bank BTPN sedang kerjakan,” katanya.
Seperti diketahui, Bank BTPN resmi menjadi pemegang saham pengendali OTO Group usai merampungkan akuisisi PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,55 triliun pada medio Maret lalu.
Baca Juga
Laba BTPN Syariah (BTPS) Anjlok 26% Jadi Rp 552,03 Miliar di Semester I-2024
Menurut Henoch, akuisisi ini berperan terhadap pertumbuhan kredit dan aset Bank BTPN. Kredit tumbuh 19% secara tahunan menjadi Rp 176,2 triliun hingga Juni 2024, sementar total aset Bank BTPN meningkat 22% menjadii Rp 235,8 triliun.
“Kami juga terus mendorong perkembangan sektor-sektor prospektif agar dampak keberlanjutan bisnis perusahaan bisa dirasakan pemangku kepentingan secara luas,” katanya.
Sebagai upaya untuk mendorong penyaluran kredit, khususnya di sektor-sektor potensial, Bank BTPN berupaya menjaga kualitas kredit. Hal ini tercermin dari non performing loan (NPL) gross berada di level 2,21% hingga semester I 2024.
Di lain sisi, total dana murah atau current account saving account (CASA) Bank BTPN meningkat 29% secara tahunan menjadi Rp 48,1 triliun hingga Juni 2024, sementara deposito tumbuh 1% menjadi Rp 70,9 triliun. Alhasil, mendorong peningkatan rasio CASA bank ini naik menjadi 40,4%.
Baca Juga
Bank BTPN dan SMBC Salurkan Kredit Sindikasi Rp 7,29 Triliun ke Anak Usaha Grup Indomobil
“Dengan demikian, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11% menjadi hampir Rp 119 triliun pada akhir Juni 2024. Bank BTPN senantiasa mengoptimalkan biaya dana,” ucap Henoch.
Dari segi rasio keuangan, dikatakan Henoch, Bank BTPN juga mencatatkan kinerja positif. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level kuat yaitu 28,8%, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) juga naik menjadi 6,41%.
”Pendapatan bunga bersih Bank BTPN juga naik sebesar 17% menjadi hampir Rp 7 triliun pada 30 Juni 2024, di tengah kondisi suku bunga yang masih tinggi,” ujar Henoch.
Grafik Harga Saham BTPN secara Ytd:

