Pasca 'Spin Off', Ini yang Bakal Dilakukan Asuransi Sinar Mas Syariah Setahun ke Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asuransi Sinar Mas Syariah resmi menjadi perusahaan asuransi syariah mandiri, setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas proses pemisahan (spin off).
Direktur Utama Asuransi Sinar Mas Syariah Daniel Armagatlie mengungkapkan, fokus pihaknya dalam setahun ke depan adalah menyelesaikan proses spin off sepenuhnya. Sebab, setelah persetujuan spin off didapat, perusahaan langsung melakukan peresmian.
“Jadi portofolio dari unit yang selama ini di handle oleh UUS (unit usaha syariah) itu harus dipindahkan semua. Jadi tiga bulan ini kita transisi untuk pengalihan portofolio dulu,” ujarnya, usai acara Peresmian PT Sinar Mas Asuransi Syariah, di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Tapi untuk jenis polis, lanjut Daniel, akan dipisahkan melalui dua jalur, yaitu polis lama akan menunggu izin OJK untuk pengalihan ke entitas baru. Sedangkan polis baru akan langsung otomatis terbit atas nama Asuransi Sinar Mas Syariah.
“Kita menginformasikan kepada semua pemangku kepentingan, termasuk nasabah, bahwa ada pengalihan portofolio. Jadi yang sebelumnya dari UUS akan menjadi full fledged,” katanya.
Baca Juga
Proses Spin Off Rampung, Asuransi Sinar Mas Syariah Resmi Beroperasi
Daniel menekankan, proses awal sekitar tiga hingga enam bulan ke depan akan memastikan transfer portofolio berjalan dengan lancar. Termasuk pelaporan kepada OJK.
”Karena ketentuannya tidak boleh ada sedikitpun atau sepeser uang pun yang ditinggalkan di induk. Jadi betul-betul semua, nanti aset, liability, tabarru-nya, semua yang ada di unit, itu harus full dipindahkan semua ke perusahaan baru. Butuh waktu transisi,” ucapnya.
Meski begitu, ia menekankan jika sistem operasional di Asuransi Sinar Mas Syariah sudah terpisah dengan perusahaan asuransi konvensional yang dahulu menjadi induk.
“Jadi nanti tinggal penamaannya saja, sama yang melakukan transformasinya saja, mungkin akan lebih mudah dibandingkan kita menerima transfer portofolio dari asuransi lain yang memutuskan tidak melanjutkan spin off,” ujar Daniel.

