JMA Syariah Ungkap Alasan Geser Fokus Bisnis dari Asuransi Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi atau JMA Syariah (JMAS) mengungkapkan alasan strategis dibalik pergeseran fokus bisnis dari asuransi kesehatan ke asuransi jiwa.
Presiden Direktur JMA Syariah Basuki Agus mengungkapkan, pergeseran fokus bisnis tersebut dilakukan demi menjaga pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sebab, produk asuransi jiwa memiliki karakteristik pertumbuhan yang lebih stabil dibandingkan dengan asuransi kesehatan yang umumnya memiliki kontrak jangka pendek.
Baca Juga
Didorong Hal Ini, Laba Bersih JMA Syariah Melesat 42,67% Jadi Rp 4,04 Triliun di 2025
“Jadi pertumbuhannya kalau asuransi jiwa itu kita bisa sustain. Kalau asuransi kesehatan itu karena kontraknya pendek itu cenderung akan naik turunnya terlalu tajam,” ujar Basuki, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Public Expose JMA Syariah 2026 secara daring, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, produk asuransi jiwa memungkinkan perusahaan melakukan perencanaan dan pengelolaan risiko secara lebih terukur. Hal ini membuat kinerja bisnis dapat tumbuh secara konsisten dari waktu ke waktu.
Meski begitu, Basuki menyatakan bahwa JMA Syariah tidak sepenuhnya meninggalkan bisnis asuransi kesehatan. Perusahaan tetap menerima dan menglola produk tersebut, namun dengan pendekatan yang lebih selektif.
“Kita tetap menerima asuransi kesehatan, bukan tidak menerima, tapi untuk yang sustain, yang secara risikonya kita sudah bisa manage,” katanya.
Melalui pemahaman pola kesehatan dari pemegang polis, lanjut Basuki, proses underwriting dapat dilakukan secara lebi akurat. Hal ini bukan hanya menguntungkan bagi perusahaan, tapi juga memberikan nilai tambah bagi nasabah.
“Bagi pemegang polis juga lebih menguntungkan ya, karena diberikan price yang sama dengan apa yang sesuai dengan dia terima. Kemudian dengan harga atau benefit yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ucapnya.
Baca Juga
Naik 21%, Pendapatan Kontribusi JMA Syariah Sebesar Rp 144,57 Miliar di Mei 2025
Namun, ketika ditanya mengenai pendapatan kontribusi (premi) dan beban klaim yang dibayarkan untuk lini bisnis asuransi kesehatan, pihak JMA Syariah tidak menjawab.
Ke depan, kata Basuki, JMA Syariah akan terus memperkuat portofolio asuransi jiwa sebagai motor utama pertumbuhan perusahaan, seiring upaya menciptakan kinerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.

