Begini Jurus JMA Syariah (JMAS) Genjot Pertumbuhan di Tengah Ketatnya Persaingan
JAKARTA, investortrust.id - Hingga Mei 2024, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) sukses mencatatkan kinerja positif, tercermin dari kontribusinya yang naik 142,22% secara tahunan menjadi Rp 118,62 miliar. Namun begitu, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan asuransi jiwa ini.
Direktur Utama JMA Syariah, Basuki Agus mengungkapkan, tantangan tersebut di antaranya, terkait penjualan sejumlah produk asuransi individu yang belum dapat berjalan sesuai rencana.
“Karena persaingan yang ketat, khususnya dari perusahaan multinasional (joint venture),” ujarnya, di Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Baca Juga
Bidik Pertumbuhan 40%, JMA Syariah Optimistis Cetak Kontribusi Rp 230 Miliar di Tahun Ini
Ia mengakui jika corporate branding perusahaan belum optimal sehingga belum bisa secara masif melakukan penetrasi pemasaran, khususnya pada produk individu. Selain soal persaingan, Basuki juga menyebut tantangan terkait ketentuan dan tarif pada asuransi pembiayaan.
“Selain itu, rasio klaim produk asuransi pembiayaan yang tinggi, menyebabkan perlu adanya evaluasi ketentuan dan tarif,” katanya.
Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, JMA Syariah memiliki beberapa strategi untuk mengenjot pertumbuhan bisnis di tahun ini. Salah satunya merekrut leader-leader berdasarkan wilayah untuk pengembangan agen, dan peningkatan jumlah manpower dengan program rekrutmen agen-agen yang terikat (tied agency), serta peningkatan kerja sama dengan komunitas.
Baca Juga
“Kemudian strategi selanjutnya, meningkatkan komunikasi dengan lembaga-lembaga keuangan yang memiliki rasio klaim bagus untuk peningkatan pemasaran produk asuransi pembiayaan,” ucap Basuki.
Dikatakan Basuki, strategi lainnya untuk menggenjot pertumbuhan adalah mendorong kontribusi dari produk-produk asuransi jangka pendek atau term life.

