Bank Mandiri Catat Nilai Transaksi di Livin Naik 10%, Tembus Rp 3.220 Triliun di Kuartal III 2025
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id - Seiring dengan adopsi layanan keuangan digital yang semakin meningkat di masyarakat, superapp PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 10% secara year on year (yoy) menjadi Rp 3.220 triliun di kuartal III 2025.
Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri Harry Sofri Putranda mengungkapkan, akses layanan digital yang efisien berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi harian dari para nasabah.
“Nasabah membutuhkan layanan yang cepat dan praktis. Untuk itu, Livin’ by Mandiri kami siapkan agar proses transaksi berjalan lebih sederhana dan langsung efektif,” ujarnya, dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025, di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025).
Baca Juga
Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 25 Triliun di Nataru, Naik 5,8%
Sejalan dengan nilai transaksi, lanut Harry, pengguna Livin’ by Mandiri juga tembus lebih dari 35 juta pengguna per September 2025. Hal ini mencerminkan tren peningkatan pengguna dari waktu ke waktu. “Di samping itu, frekuensi transaksi tumbuh 25% (yoy),” katanya.
Menurut Harry, adopsi layanan digital juga semakin kuat yang terlihat dari onboarding, di mana 91% pembukaan rekening telah dilakukan melalui Livin. Kondisi ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat menuju layanan yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
“Salah satu pertumbuhan signifikan dalam fitur transaksi antara lain QRIS (quick code Indonesian standard) di Livin’ by Mandiri,” ucapnya.
Baca Juga
Rp 24 Miliar Telah Disalurkan Bank Mandiri untuk Biayai Program MBG di Jabar
Ia merinci, hingga September 2025, sebanyak 878 juta transaksi telah terjadi melalui QRIS di Livin’ by Mandiri, dengan nilai menembus Rp 123,5 triliun. Jumlah tersebut melesat 103% dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Selain QRIS, kata Harry, bank berkode saham BMRI ini juga menawarkan fitur pembayaran lain seperti QR dengan berbagai sumber dana, e-wallet linkage, dan contactless payment yang mampu mendukung kebutuhan transaksi ritel, baik domestik maupun luar negeri.
Dari sisi kinerja, kontribusi layanan digital terhadap pendapatan pun terus meningkat. Tercatat, pendapatan berbasis komisi (fee based income) pada layanan digital Bank Mandiri telah mencapai Rp 5,48 triliun per September 2025, tumbuh 13,3% (yoy).
“Komitmen kami mendorong akselerasi digital akan terus kami jalankan. Setiap fitur dikembangkan agar manfaat serta nilai tambah yang diterima para nasabah semakin nyata,” ujar Harry.

