Bagikan

Rp 24 Miliar Telah Disalurkan Bank Mandiri untuk Biayai Program MBG di Jabar

Poin Penting

Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan Rp 24 miliar kepada 16 debitur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bank Mandiri melihat peluang besar dalam pembiayaan ekosistem SPPG, mulai dari operasional dapur, tenaga kerja, hingga rantai pasok bahan baku.
Kredit Bank Mandiri Region VI Jawa Barat tumbuh 14,7% yoy pada kuartal III 2025.

BANDUNG, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah, salah satunya makan bergizi gratis (MBG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan Rp 24 miliar untuk 16 debitur yang ada di Jawa Barat (Jabar).

Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Nila Mayta Dwi Rihandjani mengungkapkan, dari program MBG ini pihaknya banyak sekali mendapatkan potensi-potensi pembiayaan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“SPPG-nya kita biayai, pegawainya kita biayai, pemasok-pemasoknya bisa kita biayai juga semuanya. Sehingga ini potensi yang bisa kita garap dari dapur SPPG,” ujarnya, dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025, di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025).

Baca Juga

Total Frekuensi Melesat 200%, Bank Mandiri Sebut Layanan QRIS Paling Diminati Nasabah

Secara total, lanjut Nila, saat ini terdapat 16 debitur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang menerima pembiayaan MBG di Jawa Barat dari Bank Mandiri. Rinciannya, enam debitur di segmen usaha kecil menengah (UKM) atau small medium enterprise (SME) dengan porsi baki debet (bade) Rp 13 miliar, dan 10 debitur mikro dengan porsi baki debet Rp 11 miliar.

“Dari MBG, kami bisa mendapatkan banyak sekali potensi pembiayaan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” kata Nila.

“Saat ini sudah ada 16 debitur dengan bade Rp 24 miliar dan turunannya ada 10 debitur mikro,” sambungnya.

Baca Juga

Lewat Sinergi Layanan Keuangan dan Program Pemberdayaan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan di Jabar

Terlepas dari itu, hingga kuartal III 2025, Region VI Jawa Barat Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 14,7% secara year on year (yoy). Sementara dana murah atau current account and saving account (CASA) naik 11,5% (yoy).

Di sisi bersamaan, sektor-sektor unggulan seperti industri pengolahan, perdagangan besar, serta transportasi dan pergudangan menunjukkan pergerakan positif yang menegaskan kekuatan ekonomi daerah, sekaligus menjadi dasar penting bagi pertumbuhan (UKM) yang semakin terintegrasi dalam rantai pasok industri.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024